Pati – Sosialisasi tanam padi gunakan mikroba diadakan kembali di Desa Jimbaran, Kecamatan Margorejo. Acara ini dihadiri Camat Margorejo, Arief Fadillah. Demi percepatan program bupati Pati turut hadir dalam acara sosialisasi dari berbagai tokoh disiplin ilmu pertanian
Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pemanfaatan mikroba dalam berbagai aspek, mulai dari peningkatan efisiensi pertanian dan perkebunan hingga solusi untuk masalah lingkungan seperti pengelolaan limbah.
Arief Fadillah menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. “Pemanfaatan mikroba adalah langkah inovatif yang dapat membantu petani meningkatkan hasil panen secara signifikan. Selain itu, penggunaan mikroba juga ramah lingkungan karena mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia,” ujarnya.
Mengutip metode tanam padi yang disampaikan oleh narasumber, Camat Margorejo Arief Fadillah menambahkan, cara yang dipraktikkan telah menghasilkan 10 hingga 11 ton gabah, per hektar.
Ada 18 desa di wilayah Kecamatan margorejo sebelumnya telah mendapatkan sosialisasi metode tanam padi inovasi baru, karena sosialisasi pertama kebanyakan belum menggunakan metode mikroba disebabkan sudah terlanjur tanam, maka kita adakan sosialisasi lagi.
“Hari ini kita mantapkan kembali, agar di musim tanam berikutnya para petani mengadopsi bertanam padi dengan menggunakan Mikroba yang mampu mengurai dan penyubur tanah,” terangnya
Dalam percepatan program ini Camat Arief Fadillah mendorong para petani di wilayah margorejo di musim tanam berikutnya untuk dapat menerapkan Metode gunakan Mikroba
“Mikroba ini, menurut narasumber mampu mendampingi kebutuhan pupuk petani hingga 30 persen. Bahannya terdiri atas gula aren, kacang ijo, daun kelor dan buah pisang”, tuturnya.
Penggunaan benih padi unggul juga disinggung, yakni varietas M70D, yang mampu berproduksi hanya dalam waktu kurang dari 80 hari tanam.
“Kegiatan ini memantapkan teknologi inovatif yang menggunakan mikroba sebagai bahan pengolah atau penyubur tanah. Mikroba dapat mempercepat masa tanam, meningkatkan kualitas tanah, dan membantu menjaga kesehatan lingkungan secara berkelanjutan. Selain itu, pemanfaatan mikroba juga dapat membantu petani mengurangi biaya produksi karena mengurangi penggunaan pupuk kimia yang mahal.
Kedepan tentu meningkatkan kesejahteraan mereka melalui pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan, ” pungkas camat (Agus)