Demak – Salah satu desa Nelayan di kecamatan Wedung adalah desa Kedungkarang . desesin aini dari dari kurang lebih 3 Km dengan jumlah nelayan sekitar 300 KK. Perahu perahu nelayan terparkir rapi di tepi sungai SWD 2.
Salah satu warga desa nelayan yang aktif sebagai nelayan adalah Abdurrahim. Jika dihitung Abrurahim sudah lebih 20 tahun mencari ikan dilaut dengan perahunya. Jika cuaca laut baik pasti berangkat ke laut,
Awal sebagai nelayan satu perahun mesin penggeraknya hanya 1 . Namun seiring perjalanan mesin perahu terus bertambah hingga 3 . Sehingga kebutuhan bahan bakar solar makin lama juga terus bertambah.
“ Untuk bahan bakar saat ini sekali miyang paling tidak 40 liter. Sehingga untuk sekali berangkat bahan bakar sama bekal sekitar Rp 400 ribu rupiah. Jika pas hasilnya bagus atau dapat banyak ada kelebihan. Namun kadang juga harus tombok ketika laut sepi “, kata Abdurrahim pada kabarseputarmuria Senin 15/12/2025.
Meskipun dengan hasil tidak menentu setiap harinya namun pekerjaan sebagai nelayan merupakan pekerjaan satu satunya. Semua pengeluaran keluarga mulai dari biaya hidup sehari hari , anak sekolah ,anak di pondok dan kebutuhan lain semua dari hasil melaut.
“ Ya kalau hasil miyang bolong dan tak ada simpanan di rumah biasanya ya pinjam tetangga atau ngebon warung. Nanti ketika hasil laut bagus atau hasil banyak hutang hutang atau bon Bonan dibayar Kalau kondisi sepi ya ngebon lagi gitu seterusnya “, tambah Abdurrahman.
Dari hasil miyang selama puluhan tahun Abdurahman seperti nelayan yang lain bisa memperbaharui perahu dan juga mesin penggerak. Meskipun tidak mempunyai uang cash dan harus pinjam KUR BRI namun ia bisa memperbaharui perahu, mesin dan alat tangkap ikan.
Berharap Bantuan dari Pemerintah
Meskipun sudah melaut lebih 20 tahun namun selama itu Abdurrohim mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah . Ia pernah ikut kelompok nelayan di desanya namun karena kepengurusan yang ruwet akhirnya ia keluar dari anggota kelompok.
“ Ya dulu pernah ikut kelompok tapi y aitu pengurusnya ruwet . saya sudah keluar dari kelompok nelayan di sini “ . kata Abdurrohim.
Meskipun tidak masuk kelompok Ia berharap ada bantauan dari pemerintah kepadanya. Bantuan yang diharapkan adalah mesin penggerak perahu. Saat ini mesin penggerak tiga unit dan salah satunya harus ada yang diganti .
“ Ya kalau ada bantuan ya bantuan mesin perahu seperti yang lain . Pada sudah dapat mesin . saya belum pernah mendapatkan sama sekali “ harap Abdurrohim. (Pak Muin)