Jepara – Aktivitas produksi garam di Kabupaten Jepara sudah dimulai pada pertengahan bulan April ini. Para petani bahkan sudah mulai mempersiapkan lahan produksi mereka, yang sebelumnya dibiarkan ‘nganggur’. Di tambak-tambak garam wilayah kecamatan Kedung, Jepara, aktifitas para petani garam mulai terlihat.
Para petani garam sendiri sebenarnya sudah ada yang memulai melakukan kegiatan produksi sejak sebelum Ramadhan lalu. Namun cuaca tampaknya belum sepenuhnya berpihak pada mereka, karena masih saja ada hujan turun. Meski dalam intensitas kecil, hujan yang turun tetap mempengaruhi proses produksi mereka.
Sokhib (54 ) petani garam warga Desa Kalianyar , Kedung menyebutkan, dirinya sudah melakukan persiapan produksi garam. Diantanya menyiapkan lahan untuk kristalisasi garam , saluran air dan juga mendalamkan saluran air. Namun karena masih ,mendung kerjanya masih santai.
“ Kalau melihat cuacanya sih masih ada hujan sehingga perkiraan panen perdana garam sekitar bulan Juni . Namunn petambak disini sudah mulai menggarap lahannya agar bisa panen garam awal . Jika panen garam awal harga masih bagus. Kebiasaan kalau stok banyak harga pasti turun”, kata sokhib pada kabarseputarmuria Minggu 19 /4/2026.
Menurut Sokhib saat ini harga garam saat ini Rp 190 ribu perkwintal diatas truk sudah mengalami penurunan dari Rp 250 ribu pertruk, Biasanya harga terus turun seiring dengan bertambahnya stok garam dilapangan . Apalagi jika nanti panen raya harga pasti turun banyak dibandingkan harga saat ini .
“Akhir April ini adalah waktu yang tepat bagi kami untuk memulai proses produksi. Cuacanya sudah mulai terik. Jadi kami saat ini sudah mulai melakukan persiapan-persiapan awal,” tambah Sokhib.
Hal sama dikatakan Srinoto petambak garam dari desa Kedungkarang Demak yang menyewa lahan di desa Kalianyar Rp 100 juta untuk jangka 5 tahun.Ia pada bulan April ini juga mulai menggarap lahannya. Selain mempersiapkan lahan untuk kristalisasi garam juga membuat lahan pengeringan air tua yang akan dimasukkan ke lahan kristalisasi garam.
“ Ya daripada tak ada kerjaan di rumah ya kesini garap lahan sewa ini . Jika tak ada hujan lagi sebulan akan panen “, kata Srinoto. (Pak Muin)