Jepara – Bulan Desember yang masuk musim kemarau membuat produksi garam di Demak dan Jepara terhenti. Lahan garam yang dahulunya ramai dengan operasianal pembuatan garam kini sepi tak berpenghuni. Lahan garam kini penuh dengan air hujan
Petambak sesekali ,menjenguk tambaknya untuk menagkap ikan. Selain itu ada juga yang mengawasi gudang garam tempat penyimpanan garam. Selain memperbaiki atap yang rusak juga meningikan lantai atau membuat talud gudang.
“ Saya ke tambak sehari paling sekali hanya mengambil ikan jika pagi hari. Setelah itu ya di rumah kalau musim garam bisa bolak balik hingga 3 kali sehari “, kata Nurudin petambak garam yang menggarap lahan di desa Kalianyar kecamatan Kedung pada kabarseputarmuria Rabu 10/12/2025.
Nurudin menambahkan gudang garamnya yang biasanya untuk menyimpan garam kini sudah kosong karena hasil garam tahun 2025 sudah dijual beberapa bulan yang lalu. Ketika hujan mulai turun garamnya dijual dengan harga Rp 170 ribu perkeranjang.
“ Garam sudah saya jual semua untuk persiapan sewa lahan garam tahun berikutnya . Pada waktu itu harga garam harganya belum begitu naik . Kalau sekarang harga sudah mulai naik sekarang berapa ya saya kurang tahu “, tambah Nurudin.
Terkait harga garam terkini Kharis petambak garam dari desa Surodadi mengatakan, , ada kenaikan yang cukup tinggi dibandingkan ketika panen. Ketika panen harga garam perkwintal sekitar Rp 150 ribu . Namun saat ini harga garam diatas Truk siap kirim sudah Rp 260 ribu.
“ Kalau harga hari hari ini ya sekitar Rp 260 ribu perkwintal diatas truk untuk KW -1 . Melihat kondisi ini harga tidak turun tetapi terus naik karena permintaan setiap harinya selalu ada. Sedangkan para petambak jarang menjual garamnya menunggu harga yang lebih tinggi “, kata Kharis.
Kharis menambahkan naiknya harga garam dipicu oleh produksi garam yang tidak begitu banyak pada tahun 2025 ini. Mjusim kemarau yang pendek dan banyak hujan membuat petambak garam sulit memproduksi garam. Ketika panen rayapun masih ada hujan sehingga waktu garam lahan semakin panjang.
“ Biasanya kalau sudah panen raya tidak ada hujan . Namun tahun ini meski sudah panen raya tetapi hujan ,masih sering turun sehingga produki garam tidak bisa maksimal seperti tahun 2024 yang lalu. Tetapi harga garam pada tahun ini cukup tinggi sehingga hasilnya juga masih bagus “, tutup Kharis.