Demak – Dari sekian peserta beasiswa KIP kuliah reguler di UMK ( Universitas Muria Kudus ) Kudus yang lolos pada tahun 2025 adalah Ahmad Haikal Al Fanur Rizqi. Impiannya untuk kuliah di perguruan tinggi jadi kenyataan setelah ia dinyatakan lolos seleksi . Setelah diverifikasi baik dari dokumen dan juga kondisi ekonomi oleh UMK iapun dinyatakan lolos dan mendapatkan besiswa KIP Kuliah Reguler.
Haikal adalah siswa dari MA ( Madarasah Aliyah) Ribhul Ulum desa Kedungmutih Kecamatan Wedung Kabupataen Demak. dari 22 siswa dalam satu kelas Haikal satu satunya penerima besiswa KIP Kuliah Reguler tahun 2025 di UMK Kudus . Selain itu ada beasiswa KIP Kuliah Aspirasi. Namun ia tidak ikut karena fakultas yang ia pilih tak ada dalam pilihan.
“ Ada teman satu lagi dari MA Ribhul Ulum yang diterima lewat beasiawa KIP Kuliah Aspirasi, Namun karena pilihan saya di Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Program Studi Akutansi akhirnya saya ikut seleksi lewat kip regular dan alhamdulillah di terima “, kata Haikal pada kabarseputarmuria di rumahnya desa Kedungmutih RT 2 RW 2 Wedung Demak Minggu 19/10/2025.
Dengan lolosnya haikal mendapatkan beasiswa KIP kuliah reguler ini ia sudah mulai masuk kuliah di Kudus yang cukup jauh dari rumahnya . Oleh karena itu ia harus kos dan berpisah dengan orang tuanya. Kebutuhan makan sehari hari ia membawa beras dari rumah.
“ Untuk makan saya dikasih beras ibu lalu saya masak pakai magic com . Lauknya saya beli di warung. Ini semua saya lalukana agar pengeluaran tidak banyak . Uang biaya hidup dari KIP Kuliah agar cukup dalam satu bulannya”, tambah Haikal.
Haikal menambahkan untuk biaya UKT sebesar Rp 7,9 juta sudah ditanggung oleh negara . Selain itu ia masih dapat biaya hidup satu semester sebesar Rp 4,8 juta. uang tersebutlah yang digunakan untuk membeli lauk juga keperluan lain.
Haikal mengatakan sejak masuk MA Ribhul Ulum ia sudah mempunyai keinginan untuk kuliah meski orang tuanya kurang mampu dari segi biaya. Dari internet ia sering buka buka informasi tentang kuliah gratis untuk pemegang KIP.Oleh karena itu ia terus belajar untuk memenuhi keinginannya itu.
Sehingga ketika usai lulus MA Ribhul Ulum iapun mencari informasi tentang kuliah gratis via KIP. Pilihan UMK karena tidak begitu jauh dari tempat tinggalnya . Sehingga dalam satu bulan ia bisa pulang untuk menjenguk orang tuanya terutama ibunya.Selain itu sudah ada kakak kelasnya yang kuliah di UMK kudus
“ Ya sebelum tes persiapannya ya belajar dan berdoa . Ya ikut tes saja diterima atau tidak nanti belakangan . Kalau gagal yan anti kita ngulang lagi tahun depan. Tapi alhamdulillah sekali tes bisa diterima”kata Haikal lagi
Meski tinggal di desa Haikal mempunyai keinginan untuk kuliah di Perguruan Tinggi di kota . Dengan kuliah itu ia punya cita cita untuk menyejahterakan keluarganya. Selain itu memberi motivasi kepada adik adik kelasnya untuk lanjut kuliah meski tak ada biaya.
Sementara itu Juwariyah ibU Haikal mengaku senang dan bersyukur putra satu satunya bisa kuliah dengan gratis atau tidak bayar karena dapat beasisawa . Apabila mengandalkan Biaya secara mandiri jelas tidak mampu karena penghasilan orang tua hanya cukup untuk kebutuhan harian .
“ Alhamdulillah keinginan haikal terkabul , mudah mudahan kuliahnya lancar nantinya dapat pekerjaan yang bagus bisa membanggakan orang tua “, kata Ibu Juariyah yang depan rumahnya ada warung kecil. (Pak Muin)
