Demak – Musim panen garam bagi Sukadi warga desa Kedung mutih kecamatan Wedung kabuten Demak adalah masa masa bahagia bagi keluarganya. Pendapatan hariannya cukup banyak dan bisa untuk menutup kekurangan waktu sebelumnya. meski harus mengeluarkan tenaga ekstra.
Tenaga angkut garam sangat dibutuhkan di masa panen garam. disaat semua petambak garam panen semua orang butuh tenaga kerja. Garam garam sehabis panen harus segera dimasukkan gudang agar hasil panen berikutnya bisa dipungut.
Garam garam yang dipanen oleh petambak garam dimasukkan ke dalam keranjang besar terbuat dari bambu. Satu petak pembuatan garam sekali panen paling sedikir 15 keranjang. kalau panasnya kuat 5 hari sekali petakan itu bisa dipanen.
“ Saya bekerja angkut garam dari sini masuk ke gudang sana . dua keranjang ini bisa saya angkut 3 kali . upah perkeranjangnya rp 5.000 dari sini sampai sana. sehari kalau santai bisa angkut garam 40 keranjang . kalau full dari pagi hingga sore bisa dapat 80 keranjang “, kata Sukadi warga RT 01 RW 03 Kedungmutih pada kabarseputarmuria Minggu 19/10/2025.
Sementara ini sukadi hanya melayani 2 petambak saja ketika panen raya. sebenarnya masih ada petambak lain yang membutuhkan tenaganya . Namun karena tak mampu tenaganya ia menolak secara halus.Tenaga kerja angkut garam memang dibutuhkan saat panen raya.
Sukadi menambahkan pekerja serabutan seperti dirinya memang dibutuhkan saat petambak garam panen raya. Tidak hanya tenaga angkut dari lahan garam menuju gudang. namun ada juga tenaga yang mengangkut garam dari lahan ke pangkalan.
“ Kalau garam ini kan oleh petani disimpan dalam gudang nanti harga naik baru dijual. selain itu ada juga garam yang langsung dijual oleh petambak. sehingga butuh tenaga angkut dari lahan ke terminal garam “, tambah Sukadi,
Namun sayang pekerjaan sebagai tenaga angkut garam ini hanya di masa panen garam. hari hari lainnya Sukadi kerja serabutan apa saja. kadang tenaga urug kuburan, tenaga gali sumur.kadang ia juga angkut matreal ketika ada orang renovasi atau bangun rumah,
“ Yang namanya modal tenaga ya kerja apa saja saya mau. sampai cari kerang dan tiram ke pinggir laut juga saya jalani yang penting dapat uang untuk makan “, tutup Sukadi. (Pak Muin)