Magelang – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Tidar melaksanakan sosialisasi kegiatan dengan skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) di SD Negeri Bandongan 1 pada tanggal 29 Agustus 2025, Kabupaten Magelang.
Kegiatan pengabdian ini mengusung judul “Pengoptimalan Website Sekolah dengan Konten Evaluasi Berbasis Gamifikasi dan Bernuansa Budaya untuk Memfasilitasi Kemampuan Numerasi Siswa”.
Kegiatan ini didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025. Pada sosialisasi ini dihadiri kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan SD Negeri Bandongan 1.
Tim pengabdian terdiri atas dosen Universitas Tidar yaitu Dita Aldila Krisma, M.Pd. selaku ketua, Suamanda Ika N., M.Kom., dan Nina Agustyaningrum, M.Pd., dengan dukungan anggota dari mahasiswa Wafiq Alfi Farhani dan Angga Setiawan.
Kegiatan PKM ini dilaksanakan berdasarkan analisis kondisi mitra oleh tim pengabdian dan diksusi dengan pihak sekolah. Salah satu diantaranya adalah bahwa guru mengharapkan adanya konten evaluasi yang dapat memotivasi siswa untuk mau belajar misalnya dengan konsep permainan namun tetap dapat mendukung kemampuan numerasi siswa.
Kepala SD Negeri Bandongan 1 menyambut baik kegiatan ini. “Alhamdulillah, tahun ini Universitas Tidar kembali melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di sekolah kami. Mudah-mudahan kegiatan dari sosialisasi hingga evaluasi dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Dalam sesi penyampaian materi, ketua tim Dita Aldila Krisma menjelaskan bahwa materi sosialisasi meliputi tahapan kegiatan PKM, gambaran konten evaluasi berbasis website, persiapan penyusunan instrumen numerasi, serta resume hasil eksplorasi Candi Borobudur yang dapat dijadikan insight untuk penyusunan konten.
Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama peserta. Pihak mitra terlibat aktif dalam diskusi ini dengan menyampaikan bahan-bahan unuk didiskusikan.
Topik yang dibahas dalam diskusi dan tanya jawab ini meliputi penyusunan konten pada website, bahan pembuatan soal numerasi, konsep gamifikasi, hingga pemanfaatan pengalaman sebelumnya dalam mengembangkan soal. Dari antusiasme diskusi yang berlangsung, para guru terlihat siap berkolaborasi dalam tahap berikutnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkaya konten pada website, tetapi juga mampu mendukung peningkatan kemampuan numerasi siswa dengan pendekatan inovatif yang selaras dengan budaya. Tahap selanjutnya setelah adanya sosialisasi ini adalah pelatihan, penerapan teknolgogi, pendampingan, dan evaluasi.