Demak – Kecamatan Wedung mempunyai wilayah pantai sehingga warganya banyak yang berprofesi sebagai nelayan. Hal itulah yang membuat usaha pembuatan perahu untuk nelayan tumbuh subur hingga kini. Ada puluhan warga yang mempunyai usaha pembuatan perahu ini.

Salah satunya adalah Taqwin warga desa Buko kecamatan Wedung . Usaha pembuatan perahunya berada di tepi sungai Kumpulan tepatnya berada di sebelah Barat Bendung karet. Setiap hari dibantu dengan 2 tukang kayu  ia mengerjakan pesanan perahu dari berbagai daerah,

“ Ini pesanan dai nelayan Reban Batang kalau jadi sempurna ini harganya jadi Rp 75 juta . Kita terima pesaban berbagai jenis perahu kayu  untuk berbagai keperluan . Yang banyak ya pesanan para nelayan selain dari local Demak juga daerah lainnya “, kata Taqwin pada kabarseputar muria Senin 1/9/2025

Taqwin mengatakan , ia mulai menekuni usaha pembuatan perahu ini lebih 10 tahun berawal dari tukang biasa . Selama ia mengerjakan perahu ia juga belajar tentang pemilihan kayu yang baik sampai dengan bentuk jadi. Sehingga ketika ada modal iapun buka usaha sendiri sampai sekarang.

Untuk harga perahu yang biasa ia kerjakan mulai dari Rp 7 jutaan yaitu perahu kecil untuk para petambak dengan mesin kecil. Biasanya perahu ini untuk transportasi ke tambak . Selanjutnya perahu nelayan tengahan harga berkisar Rp 30 – 40 jutaan. Biasanya ini untuk pencarian ikan dengan nelayan dua orang dengan mesin maksimal 2.

Sedangkan perahu yang besar harga mulai Rp 75 jutaan dengan bentuk yang panjang dan tinggi. Biasanya untuk para nelayan yang jarak jangkau mencari ikan sampai ke tengah laut. Sedangkan mesin yag dipasang di perahu ini biasanya digerakkan  3-4 mesin. Perahu inilah yang banyak di cari.

“ Sebenarnya untuk harga perahu bisa tawar menawar karena berkaitan dengan ukuran dan bahan. Sehingga bagi siapa saja yang mau membeli atau pesan bikin perahu bisa datang kesini, nanti kita terangkan budgetnya dan speknya. Kita bisa buat sesuai permintaan soal harga bisa dirembug “, tambah Taqwin.

Perahu perahu buatannya menurut pengalamannya sejak dulu hingga kini. Jika kayu jatinya pilihan bisa awet hingga puluhan tahun. Asal ada perawatan pada perahu terutama bagian bawahnya setiap dua tahun sekali . Kerang kerang yang menempel dibersihkan atau disikat selanjutnya di cat kembali.

“ Kalau tidak ada benturan yang kuat perahu perahu akan awet hingga tahun. Asal ada perawatan utamanya bagian bawah . Jika ade kebocoran sedikit langsung ditutup . Selain itu ada pengecatan perahu 2-3 tahun sekali . Ya seperti mobil itu kan ada perawatan”, kata Taqwin menutup sua. ( Pak Muin)

https://youtube.com/shorts/2fa8oDuK9WI?si=aIy2cEY50m-rGZ3V