Magelang – Sebagai wujud kepedulian terhadap perkembangan pendidikan, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Universitas Tidar menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan pendekatan deep learning.
Kegiatan yang menargetkan guru-guru dari SDN Girirejo dan SDN Geger ini dilaksanakan di SD Negeri Geger, Kecamatan Tegalrejo, pada Selasa, 5 Agustus 2025, dan diikuti oleh 16 peserta.
Pelatihan ini bertujuan untuk mewujudkan transformasi pembelajaran pada Kurikulum Merdeka yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan di abad ke-21.
Moh. Rikza Muqtada, M.Pd., narasumber sekaligus ketua PKM Universitas Tidar, menyampaikan bahwa pendekatan ini krusial untuk membekali siswa dengan keterampilan berpikir kritis.
Beliau memaparkan materi secara komprehensif dimulai dari konsep dasar, kerangka kerja, hingga strategi penerapan deep learning di dalam kelas.
”Melalui penerapan deep learning, siswa diberikan kesempatan untuk belajar secara lebih mendalam dan menghubungkannya dengan kehidupan nyata,” jelasnya.
Pendekatan deep learning juga dikenal dengan istilah “pembelajaran mendalam” setelah adanya penyesuaian oleh Kemendikdasmen. Pendekatan ini didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan.
Moh. Rikza menambahkan, ”Intinya deep learning dengan pembelajaran mendalam itu sama, tetapi beda. Penggunaan istilah pembelajaran mendalam dipilih setelah adanya penyesuaian oleh Kemendikdasmen”. Proses ini melibatkan olah pikir, olah rasa, dan olah raga secara menyeluruh dan terpadu.
Efektivitas pelatihan ini terbukti dari hasil evaluasi yang menunjukan peningkatan pemahaman peserta secara signifikan. Rata-rata nilai pretest para guru yang semula hanya 43, melonjak menjadi 81 pada sesi posttest.
Peningkatan ini mengindikasikan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan penguasaan materi deep learning di kalangan guru.
Kepala Sekolah SDN Geger, Khabib Fauzi menyambut baik kegiatan ini dan berharap akan ada program berkelanjutan.
”Kami berharap agar kegiatan-kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan lainnya yang bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan pembelajaran,” ujarnya.
