Jepara  – Pemakaman Lama Bukti Sejarah Kehidupan Para PendahuluSaya sejak dulu senang berjalan jalan utamanya ke desa desa . Selain melihat infrastuktur baik jalan , jembatan dan perumahan warga. Juga melihat lihat sesuatu yanhg menarik. Salah satunya adalah makam lama atau makam kuno. Apalagi setelah menemukan peta peta lama dari situs perpustakaan Belanda.

Saya simpan beberapa peta peta di sekitar tempat tinggal untuk mencocokkan tempat dahulu dan sekarang. Salah satunya adalah pemakaman yang dalam peta di gambarkan bulan sabit merah. Makam makam itu ada yang masih aktif digunakan untuk pemakaman tapia da juga yang sudah tidak digunakan.

Seperti halnya peta desa Petekeyan kecamatan Tahunan lama yang kami dapatkan, Ada beberapa yang bertanda bulan sabit merah . Setidaknya ada tiga tempat salah satunya menurut penuturan warga adalah Pundhen Dhori . Ketika saya cocokkan dengan peta memang tempat itu adalah pemakaman.

Ketika saya memasuki tempat tersebut masih banyak sisa sisa bahwa tempat tersebut adalah area pemakaman. Meskipun saat ini tinggal puing puing namun saya perkirakan dulu banyak makam terlihat dari onggokan batu karang . Apakah tempat itu pernah di eksplor ahli sejarah saya tidak tahu.

Namun dari penemuan saya di tempat tersebut nisan nisan yang berserakan dan sebagian masih menancap di tanah kebanyakan dari batu karang. Tipe nisan berbahan batu karang ini juga saya temui ada di beberapa penakaman lama diantaranya pemakaman lama Kedungmalang, astana Mantingan dan juga makan Citrosoman Sendang.

Situs pundhen Dhori menurut saya adalah tempat bersejarah yang perlu ungkapkan. Minimal orang orang yang di makamkan di tempat tersebut kalaupun tidak tahu namanya minimal tahun berapa mereka hidup di sana. Dari temuan batu batu nisan yang digali dan di tata kembali minimal kita punya kenangan sejarah di sana.

Mudah mudahan setelah ini pundhen Dhori yang menurut saya mempunyai nilai sejarah bagi warga desa Petekeyan bisa lebih dijaga dan dirawat kembali. Bahwa tempat tersebut merupakan tempat bersemayamnya para leluhur mereka . Meskipun tidak tahu siapa orangnya namun dahulu ada dan sampai sekarang masih ada bukti jejak mereka .

Catatan Pak Muin