Demak – Panen MT I di kabupaten Demak telah usai kini petani di Demak kembali menanam padi untuk MT II. Sehingga┬ásuasana sawah kini ramai dengan proses tanam padi secara manual menggunakan tenaga manusia. Salah satu area yang kini sedang ramai kegiatan tanam padi adalah di kecamatan Wedung bagian Utara. Salah satunya adalah desa Mutih Kulon kecamatan Wedung yang hari hari ini sedang melaksanakan kegiatan tanam padi.

Ahmad Fikri petani yang menggarap lahan pertanian di desa Mutih Kulon pada kabarseputarmuria mengatakan,tenaga tanam padi kini dengan cara borongan dan diambilkan warga luar desa. Satu rombongan terdiri 15 -20 orang campuran laki laki dan perempuan. Tenaga laki laki bagian cabut benih dan angkut benih Sedangkan tenaga perempuan bagian tanam padi.

Tenaga tanam padi ini biasanya dari daerah Demak bagian Selatan dengan cara berombongan naik mobil.Mereka dikoordinir seorang makelar yang mencari job atau pekerjaan pada petani. Setelah harga sepakat merekapun datang ke lahan yang akan ditanami padi . Bibit disediakan oleh petani sedangkan penanaman semua dilakukan oleh tim secara borongan.

” Untuk hari hari ini satu bahu ongkosnya Rp 1.700.000 . Semua pekerjaan mulai cabut benih sampai tanam padi semua dikerjakan borongan.Satu bahu kerjanya mulai jam delapan sampai jam 12 an udah selesai “,kata Fikri yang saat ini tinggal di desa Jungsemi kecamatan Wedung.

Dulu ia tinggal di desa Mutih Kulon dan ia kini hidup di desa Jungsemi yang jaraknya kurang lebih 3 Km .Namun soal menggarap sawah itu merupakan pekerjaannya sejak dulu hingga sekarang. Meski mempunyai pekerjaan serabutan namun bertani tidak pernah ditinggalkan.Ia merasa bertani mempunyai kepuasan tersendiri dibandingkan pekerjaan lain.Apalagi jika habis panen rumahnya penuh dengan gabah hatinya senang bukan kepalang. Meskipun dari segi perhitungan hasilnya mepet namun ia tidak pernah meninggalkan kesibukan sebagai petani.

” Ya hasilnya lumayan lah kalau padinya bagus meski harus mengeluarkan banyak biaya, tetapi bertani itu ada perasaan bangga dan senang jika bisa membawa pulang gabah. Gabah nanti sebagian digiling untuk makan harian lauknya ya seadanya.Jika di rumah ada beras rasanya tenang mas “,ungkap Fukri