Demak – Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh Pemerintah dikeluhkan nelayan, terutama nelaya di desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak.Menurut mereka kenaikan itu dapat memicu terjadinya lonjakan biaya berbagai kebutuhan bahan pokok dan itu tak sebanding dengan hasil tangkapan nelayan.

Salah seorang nelayan, Nur Shohib  mengatakan, rencana kenaikan harga BBM itu selain membuat resah juga akan membuat masalah baru bagi nelayan. Saat ini kondisi laut sedang sepi apalagi ditambah kenaikan BBM . Nelayan bisa tombok setiap hari.

“Bahan bakar minyak belum naik saja kadang tombok karena perolehan minim. Apalagi jika BBM naik kami tidak dapat berpikir lagi Mas . Nelayan kecil seperti saya ini hidup susah terus “, katanya, Rabu  (12/11).

Selain susah dalam memperoleh kebutuhan bahan bakar solarnya, di lain sisi biaya operasional juga akan semakin tinggi. Untuk itu, Nur Shohib  berharap pemerintahan membatalkan rencana kenaikan BBM tersebut. Karena hal itu sangat memberatkan para nelayan jika benar-benar naik.

Keluhan yang sama juga di lontarkan oleh Turiyati istri nelayan warga desa Kedungmutih. Dengan kenaikan BBM akan memicu kenaikan semua kebutuhan sehari-hari. Sebagai istri nelayan ia merasa prihatin jika benar-benar pemerintah menaikkan harga BBM.

“ BBM belum naik harga-harga barang sudah naik duluan . Apalagi jika benar naik. Akan terjadi kenaikan lagi barang barang di pasar. Belum naik saja belanja sudah susah karena penghasilan yang pas-pasan “, kata Kastamah.

Turiyati berharap meski BBM naik , untuk nelayan khususnya harus diperhatikan nasibnya. Misalnya dengan memberikan subsidi khusus agar bisa digunakan untuk membantu pengeluaran harian keluarga. Selain itu ada juga bantuan lain berupa kartu sehat, kartu Pintar dan bantuan bedah rumah untuk nelayan . (Muin)