Jepara  – Kelenteng Hian Thian Siang Tee Welahan, Jepara merayakan ulang tahun, Sabtu (29/3). Seperti perayaan tahun sebelumnya, suasana terlihat meriah. Tamu-tamu kongco (patung dewa) dan umat dari 24 kelenteng di berbagai kota di Jawa dan Sumatera turut merayakan.

Terkait usia kelenteng, tidak ada yang tahu pasti. Bahkan pengurus kelenteng pun tidak mengetahui pasti umur dari kelenteng yang berada di Gang Pinggir No 4 Welahan itu. Namun demikian, kelenteng ini dipercaya sebagai kelenteng tertua dari kelenteng-kelenteng lain yang ada di Jawa Tengah.

HUT (Hari Ulang Tahun) Kelenteng Hian Thian Siang Tee sendiri dimulai dengan pawai mengusung tandu altar dari 24 Kelenteng mengelilingi area di sekitar kelenteng. Mulai dari depan kelenteng lalu mengelilingi pasar dan berhenti di Kelenteng Ho Tek Bio, atau Kelenteng kidul (selatan) sebagai persemayaman Dewa Bumi.

“Ini dalam rangka ulang tahun kongco Hian Thian Siang Tee, kalau umurnya berapa saya tidak ingat, namun sudah ratusan tahun yang lalu. Yang ikut di sini ada 26 kelenteng, dari Gresik, bahkan Padang juga ada,” tutur Suwoto  koordinator HUT Kelenteng Welahan.

Suwoto menyebut, tujuan kirab itu untuk menolak segala mara bahaya. Diharapkan dengan ritual itu penyakit hilang dan kemakmuran akan menaungi bangsa Indonesia.

Menurut Suwoto kelenteng itu didirikan sebagai penghormatan atas dua bersaudara yang datang dari Tionghoa.

“Kelenteng ini boleh dikatakan sebagai yang tertua diantara kelenteng-kelenteng lain di Jawa Tengah. Maka dari itu banyak kelenteng yang kemari untuk manghayu bagia (merayakan, memberi selamat) saat HUT Hian Thian Siang Tee,” urainya.

Arak arakan 24 altar kelenteng  dengan start di Kelenteng utara dan finis di kelenteng Selatan  menjadi perhatian warga di sekitar Welahan Mereka menyambut datangnya arak arak di gang yang dilewati altar.( Pak Muim )