Magelang – Sebagai bagian dari upaya penguatan budaya literasi dan kecintaan terhadap bahasa Indonesia, 15 mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi Untidar 2026 berkolaborasi dengan Perpustakaan “Nurul Ilmi” MTs Negeri 1 Kota Magelang untuk menyelenggarakan program kerja Bulan Bahasa Nasional dan Seni Lokal Perpustakaan.
Kegiatan ini mengusung tema “Merawat Bahasa, Memajukan Literasi” yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukatif dan kreatif untuk meningkatkan minat baca, kemampuan berbahasa, serta apresiasi peserta didik terhadap literasi dan seni lokal.
Semarak Bulan Bahasa dan Seni Lokal Perpustakaan di MTs Negeri 1 Kota Magelang diisi dengan tiga jenis lomba, yaitu membaca puisi, mendongeng, dan pojok baca. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026, pukul 08.00-10.00 WIB tersebut diikuti oleh seluruh kelas. Lomba membaca puisi dan mendongeng digelar di lapangan indoor sekolah, sedangkan lomba pojok baca berlangsung di ruang kelas masing-masing.
Rangkaian kegiatan telah dipersiapkan sejak dua minggu sebelum pelaksanaan. Wali kelas menyampaikan informasi dan ketentuan perlombaan kepada peserta didik di masing-masing kelas. Penyampaian informasi juga diperkuat melalui poster pengumuman yang ditempatkan di setiap kelas. Setelah mengetahui ketentuan lomba, setiap kelas menentukan perwakilan untuk mengikuti lomba membaca puisi dan mendongeng serta menyiapkan pojok baca sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan lomba melibatkan tiga orang juri pada setiap jenis perlombaan, yang terdiri atas dua perwakilan guru dan satu mahasiswa. Penjurian dilakukan dengan mengacu pada kriteria yang telah disesuaikan dengan karakteristik masing-masing lomba. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan penilaian yang terarah dan objektif terhadap penampilan peserta maupun hasil karya setiap kelas.
Lomba pojok baca menjadi salah satu bentuk kegiatan yang mendorong peserta didik untuk menghadirkan lingkungan belajar yang mendukung budaya literasi. Setiap kelas menata ruang baca dengan memanfaatkan kreativitas masing-masing, baik melalui pengaturan koleksi buku maupun dekorasi ruang. Penilaian mencakup kreativitas tata letak dan dekorasi, kenyamanan dan fungsi ruang baca, serta jumlah koleksi buku yang tersedia.
Tidak hanya menata ruang baca, peserta didik juga menunjukkan kemampuan berbahasa dan seni melalui lomba membaca puisi dan mendongeng. Kedua jenis lomba tersebut dilaksanakan secara bersamaan di dua titik berbeda di lapangan indoor sekolah. Dalam lomba membaca puisi, peserta dinilai berdasarkan intonasi dan tempo, ekspresi dan mimik, serta gestur dan penampilan. Sementara itu, lomba mendongeng menilai penguasaan materi dan alur cerita, ekspresi, gestur, serta teknik penyampaian cerita.
Melalui rangkaian lomba tersebut, kegiatan Bulan Bahasa dan Seni Lokal tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarkelas, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan kreativitas, mengembangkan keberanian tampil di depan umum, serta memperkuat minat terhadap bahasa, sastra, dan kegiatan literasi.
Menurut Bu Vitria selaku pihak Perpustakaan “Nurul Ilmi”, seluruh rangkaian kegiatan Bulan Bahasa Nasional dan Seni Lokal dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Kegiatan tersebut dinilai telah mendukung penerapan literasi secara tepat sasaran serta memberikan dampak positif terhadap minat dan keterlibatan peserta didik.
Pak Iswahyu selaku guru MTs Negeri 1 Kota Magelang turut menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. “Saya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir, termasuk panitia dan peserta lomba. Kegiatan ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan karakter,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peserta didik. Keberhasilan kegiatan dalam menumbuhkan minat baca dan kreativitas menjadi langkah untuk terus memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah melalui berbagai kegiatan yang edukatif dan menarik.