Kendal – Upaya meningkatkan perekonomian masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi digital terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Digital Marketing dengan tema “Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Melalui Digitalisasi UMKM dan Penggunaan QRIS” yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 195 Harjakarsa pada Jumat (28/8/2026) bertempat di Balai Desa Kebonharjo.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk edukasi kepada masyarakat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mengenai pentingnya mengikuti perkembangan teknologi dalam mendukung keberlangsungan usaha. Melalui sosialisasi ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai strategi pemasaran digital serta pemanfaatan sistem pembayaran berbasis teknologi yang saat ini semakin banyak digunakan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia usaha. Bagi pelaku UMKM, pemanfaatan teknologi tidak hanya memberikan kemudahan dalam memasarkan produk, tetapi juga membuka peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Oleh karena itu, kemampuan literasi digital menjadi salah satu hal penting agar masyarakat mampu beradaptasi dan memanfaatkan peluang ekonomi di era digital.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan materi dari dua narasumber dengan pembahasan yang berbeda namun saling berkaitan. Materi pertama disampaikan oleh Rahman Elisandi mengenai Digital Marketing. Dalam penyampaiannya, Rahman menjelaskan pentingnya strategi pemasaran melalui media digital sebagai sarana untuk memperkenalkan produk, membangun citra usaha, serta meningkatkan daya saing UMKM.
Melalui materi tersebut, peserta diberikan wawasan mengenai bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan penjualan, seperti penggunaan media sosial sebagai sarana promosi dan memperluas jangkauan pemasaran. Dengan strategi digital yang tepat, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan potensi produk lokal agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.
Selanjutnya, materi mengenai penggunaan QRIS disampaikan oleh Luthfi Tsaqoval Ulum, selaku Anggota Divisi Ekonomi Kreatif KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 195 Harjakarsa. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan manfaat QRIS sebagai metode pembayaran digital yang mudah, praktis, dan dapat membantu pelaku usaha menyediakan pilihan transaksi yang lebih beragam bagi pelanggan.
Tidak hanya berupa penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung pembuatan QRIS bagi para pelaku usaha yang bersedia mengikuti proses pendaftaran. Pendampingan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memahami secara langsung tahapan penggunaan QRIS, sehingga teknologi pembayaran digital dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Rahman Elisandi selaku narasumber Digital Marketing menyampaikan bahwa peningkatan literasi digital menjadi hal penting bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM, agar mampu mengikuti perubahan zaman. Menurutnya, teknologi digital dapat menjadi peluang besar untuk membantu usaha berkembang melalui pemasaran yang lebih luas dan efektif.
“Melalui digitalisasi, pelaku usaha perlu mulai memahami dan memanfaatkan teknologi agar kegiatan berjualan dapat lebih berkembang, jangkauan pemasaran semakin luas, serta produk yang dimiliki mampu bersaing di era saat ini,” ujar Rahman Elisandi.
Sementara itu, Luthfi Tsaqoval Ulum menjelaskan bahwa penggunaan QRIS merupakan salah satu bentuk adaptasi teknologi yang dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi. Menurutnya, edukasi mengenai pembayaran digital perlu terus dilakukan agar pelaku usaha dapat memahami manfaat serta penerapannya secara langsung.
“Dengan adanya QRIS, pelaku usaha dapat memberikan alternatif pembayaran yang lebih mudah dan praktis bagi pelanggan. Kami berharap masyarakat dapat terus mengikuti perkembangan teknologi sehingga mampu memanfaatkan berbagai kemudahan yang tersedia,” ungkap Luthfi Tsaqoval Ulum.
Melalui kegiatan Sosialisasi Digital Marketing dan Penggunaan QRIS ini, mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 195 Harjakarsa berharap masyarakat Desa Kebonharjo dapat semakin memahami pentingnya digitalisasi dalam pengembangan UMKM.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku usaha untuk mulai memanfaatkan teknologi dalam pemasaran maupun transaksi sehingga mampu meningkatkan peluang ekonomi masyarakat desa.
Dengan adanya peningkatan pemahaman mengenai teknologi digital, masyarakat Desa Kebonharjo diharapkan semakin siap menghadapi perkembangan ekonomi modern serta mampu mengembangkan usaha yang lebih inovatif, adaptif, dan berdaya saing.
