Magelang – Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, SMA Mutual Kota Magelang menggelar Lomba Tumpeng yang diikuti seluruh siswa. Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk bekerja sama, mengembangkan kreativitas, berkomunikasi, dan menunjukkan nilai kebangsaan.

Setiap kelas memilih sekitar lima siswa untuk terlibat langsung dalam pembuatan tumpeng. Para peserta menyusun dan menghias tumpeng secara berkelompok dengan beragam konsep dan bahan, mulai dari nasi kuning, jajanan pasar, buah-buahan, puding, hingga nasi padang.

Gambar Siswa kelas X 2 bersama mahasiswa MKT Universitas Tidar berfoto dengan hasil karya Lomba Tumpeng di SMA Mutual Kota Magelang.

Tim mahasiswa MKT Universitas Tidar melakukan observasi kegiatan untuk melihat aktivitas dan potensi siswa yang dapat dikaitkan dengan lima dimensi Profil Lulusan, yaitu kolaborasi, kreativitas, penalaran kritis, komunikasi, dan kewargaan.

Mahasiswa tidak terlibat sebagai penyelenggara, tetapi mengamati proses kegiatan dan mengolah hasil pengamatan menjadi artikel publikasi.

Hasil pengamatan menunjukkan siswa aktif berdiskusi, membagi tugas, menyampaikan gagasan, dan saling membantu dalam menyelesaikan tumpeng.

Pada akhir kegiatan, perwakilan kelompok mempresentasikan hasil karya dan menjelaskan makna tumpeng di hadapan dewan juri. Dewan juri yang bertugas merupakan bapak ibu guru serta karyawan SMA Mutual Kota Magelang.

Gambar Siswa kelas XI IPA 2 bersama mahasiswa MKT Universitas Tidar berfoto dengan hasil karya Lomba Tumpeng yang telah dihias secara kreatif.

Pada akhir pelaksanaan tumpeng, tim mahasiswa menyebar angket kepada siswa untuk menganalisis lima dimensi profil lulusan yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan lomba tumpeng. Hasil pengolahan menunjukkan rata-rata keseluruhan lima dimensi Profil Lulusan sebesar 3,26 dengan kategori sangat baik.

Kolaborasi menjadi dimensi dengan skor tertinggi, yakni 3,38, disusul kewargaan 3,29, komunikasi 3,25, kreativitas 3,20, dan penalaran kritis 3,17. Berdasarkan hasil tersebut, dimensi kolaborasi memperoleh skor tertinggi karena siswa dinilai telah mampu bekerja sama dengan baik dalam berbagai kegiatan pembelajaran, seperti berdiskusi, berbagi tugas, serta saling membantu dalam menyelesaikan tugas kelompok.

Dimensi kewargaan juga memperoleh skor tinggi yang menunjukkan adanya sikap tanggung jawab, kepedulian, dan kemampuan siswa dalam menjalankan perannya sebagai bagian dari lingkungan sekolah dan masyarakat.

Sementara itu, komunikasi menunjukkan kemampuan siswa dalam menyampaikan ide dan berinteraksi dengan orang lain. Kreativitas memperoleh skor yang baik karena siswa mampu mengembangkan gagasan dan menghasilkan solusi dalam kegiatan pembelajaran.

Adapun penalaran kritis menjadi dimensi dengan skor paling rendah dibandingkan dimensi lainnya, meskipun tetap dalam kategori sangat baik, yang menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menganalisis informasi, mengevaluasi permasalahan, dan menarik kesimpulan masih perlu terus dikembangkan.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa Lomba Tumpeng tidak hanya menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, tetapi juga memiliki potensi untuk menunjukkan kemampuan siswa dalam bekerja sama, mengembangkan ide, berkomunikasi, mengambil keputusan, serta menghargai budaya dan nilai kebangsaan.

Bagi mahasiswa MKT Universitas Tidar, observasi ini menjadi pengalaman untuk menerapkan keterkaitan aktivitas siswa dengan Profil Lulusan melalui kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah.