Demak — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Posko 111 UIN Walisongo Semarang menyelesaikan pembangunan vertikultur di area Gedung PKK Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak pada Rabu, (02/09/26). Kegiatan yang berlangung mulai dari hari Rabu, (29/08/26) ini menjadi salah satu program unggulan mahasiswa KKN sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya mendorong pemanfaatan lahan secara kreatif, produktif, dan berkelanjutan.

Pembangunan vertikultur dilakukan dengan memanfaatkan ruang di sekitar Gedung PKK untuk dijadikan area budidaya tanaman. Selain memiliki fungsi sebagai media bercocok tanam, keberadaan vertikultur juga diharapkan dapat memperindah lingkungan Gedung PKK sehingga menjadi lebih hijau dan asri.

Ketua KKN MIT UIN Walisongo di Desa Botorejo, Achmad Mauana, mengatakan bahwa pembangunan vertikultur merupakan salah satu program yang sengaja dirancang untuk memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, bahkan setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN.

“Kami menjadikan vertikultur ini sebagai salah satu program unggulan karena kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya selesai ketika KKN berakhir, tetapi juga dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Dengan memanfaatkan lahan yang ada di area Gedung PKK, kami berharap masyarakat dapat melihat bahwa lahan yang terbatas tetap bisa digunakan untuk kegiatan yang produktif,” ujar Mualana.

Menurutnya, program tersebut juga memiliki nilai edukatif. Mahasiswa tidak hanya membangun instalasi vertikultur, tetapi turut memperkenalkan konsep pemanfaatan lahan kepada masyarakat. Dengan metode yang sederhana, vertikultur dapat diterapkan kembali di lingkungan rumah maupun fasilitas umum lainnya.

“Harapannya, vertikultur ini tidak berhenti sebagai sebuah pembangunan fisik saja. Kami ingin masyarakat dapat merawat, memanfaatkan, dan jika memungkinkan mengembangkan konsep ini di lingkungan masing-masing. Kami juga berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN melakukan sejumlah tahapan, mulai dari persiapan dan pembersihan lokasi, penyediaan bahan, pembuatan instalasi, penataan media tanam, hingga penanaman. Seluruh rangkaian kegiatan diarahkan agar instalasi yang dibangun dapat digunakan dan dirawat secara berkelanjutan.

Pemilihan area Gedung PKK sebagai lokasi pembangunan juga memiliki tujuan strategis. Gedung PKK merupakan salah satu ruang yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat. Dengan adanya vertikultur, area tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkegiatan, tetapi juga memiliki ruang hijau yang produktif dan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat.

Program vertikultur ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN MIT Posk 111 UIN Walisongo untuk menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi Desa Botorejo. Melalui program tersebut, mahasiswa berharap dapat membangun sinergi dengan masyarakat sekaligus meninggalkan kontribusi yang dapat terus dikembangkan setelah masa KKN selesai.

Dengan adanya pembangunan vertikultur di area Gedung PKK, mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo berharap program unggulan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Botorejo, khususnya dalam aspek penghijauan, pemanfaatan lahan, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang produktif dan berkelanjutan.