KUDUS – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga besar David Mardiyanto (37) dan Dimas Yanuar (29), dua kakak beradik yang menjadi korban penusukan tetangga sendiri di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota Kudus, pada Minggu malam (14/9).
Kondisi keluarga kini sangat terpukul, bahkan sebagian enggan memberikan keterangan karena masih syok dan diselimuti kesedihan mendalam.Istri David disebut sempat jatuh pingsan begitu mendengar kabar suaminya terkena luka tusukan di bagian perut.
Sementara kedua anak perempuannya masih kecil dan belum sepenuhnya memahami tragedi yang menimpa ayah mereka
“Kalau anak almarhum David ada dua cewek semua. Kalau anak almarhum Dimas baru satu, laki-laki,” tutur Hendrik (45), sepupu ipar korban, Senin (15/9).
Hendrik mengakui, seluruh keluarga sangat terpukul hingga sulit memberikan keterangan kepada media maupun warga sekitar.
“Kondisi psikologis keluarga benar-benar down. Mereka masih tidak percaya dengan kejadian ini,” ucapnya.
Ia menambahkan, berdasarkan cerita warga sekitar, peristiwa bermula ketika pelaku memecahkan kaca rumah korban.Saat itu Dimas keluar lebih dulu dan langsung diserang hingga mengalami luka parah di bagian kepala.
Mengetahui adiknya diserang, David berusaha menolong, namun justru ikut menjadi korban tusukan di bagian perut.
“Keluarga ingin pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai aturan hukum yang berlaku. Mereka sudah membunuh dua orang, jadi wajar kalau warga ada yang mendukung hukuman mati,” kata Hendrik.
Dari penuturan sejumlah tetangga, sebelumnya memang pernah terdengar kabar adanya cekcok antara Dimas dan terduga pelaku.Namun, detail permasalahan itu tidak banyak diketahui.
Bahkan, sebagian warga menduga pelaku melakukan aksinya dalam kondisi dipengaruhi minuman keras.
Sumber : Radar Kudus