Demak — Semangat pengabdian tidak surut meski dijalani seorang diri. Itulah yang ditunjukkan Sonia, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UIN Walisongo Semarang yang mengikuti KKN (Kuliah Kerja Nyata)

Pengakuan, program khusus bagi mahasiswa disabilitas yang dilaksanakan secara mandiri tanpa kelompok. Berbeda dari peserta KKN reguler yang biasanya turun dalam tim, Sonia menuntaskan seluruh program kerjanya sendirian, termasuk saat mendampingi kegiatan Posyandu Balita dan Lansia Pos Kemuning 2 di RT05/RW02, Desa Gajah, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu program kerjanya di bidang Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat, dilaksanakan bersama kader PKK setempat dan petugas Puskesmas 1 Gajah.

Dalam kegiatan tersebut, Sonia membantu proses pendataan balita dan lansia yang hadir sebagai peserta Posyandu, serta ikut serta dalam pelayanan langsung dengan mencatat hasil penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan peserta. Ia menjalankan seluruh tugas tersebut secara mandiri, tanpa didampingi rekan sekelompok sebagaimana lazimnya mahasiswa KKN reguler. Selain membantu aspek teknis, Sonia juga berperan aktif memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat yang hadir.

Kepada para orang tua balita, Sonia memberikan edukasi sederhana mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola makan yang baik, pola hidup sehat, hingga perawatan anak, dengan mengacu pada buku panduan kesehatan yang digunakan dalam kegiatan Posyandu.

Sementara itu, kepada peserta lansia, ia turut menyampaikan ulasan edukasi kesehatan mengenai penyebab, pencegahan, dan pengelolaan penyakit tidak menular seperti asam urat, sesuai materi yang telah disampaikan oleh Bidan Desa Gajah, Nur Khumaeroh.

Sonia mengungkapkan, keterbatasan yang ia miliki tidak menyurutkan niatnya untuk tetap turun langsung dan berkontribusi bagi masyarakat, meski harus menjalani seluruh proses KKN tanpa kelompok pendamping. Baginya, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dalam memahami kondisi kesehatan masyarakat secara langsung.

“Melalui kegiatan Posyandu ini, saya tidak hanya membantu dari sisi teknis seperti pendataan dan pencatatan, tetapi juga belajar berkomunikasi langsung dengan warga, mulai dari orang tua balita hingga lansia. Meski saya menjalani KKN ini seorang diri, saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk tetap mengabdi dan memberi manfaat nyata bagi kesehatan keluarga di Desa Gajah,” ujar Sonia.

Saat menyampaikan ulasan edukasi kepada peserta lansia, Sonia didampingi Alifia Fadila selaku kader Posyandu Pos Kemuning 2 yang duduk di sampingnya sepanjang sesi tersebut dan turut membantu menjembatani komunikasi antara Sonia dan para peserta lansia selama edukasi berlangsung.

“Sonia itu meski KKN-nya sendirian, semangatnya enggak kalah sama mahasiswa yang berkelompok. Waktu menjelaskan soal asam urat ke lansia tadi, dia sabar dan mudah dipahami warga. Kami dari kader jadi terbantu sekali,” ujar Alifia Fadila.

Selama kegiatan berlangsung, Sonia juga aktif berinteraksi dengan kader PKK, termasuk Dilla, serta Bidan Desa Gajah Nur Khumaeroh dan masyarakat setempat guna mendukung kelancaran pelaksanaan Posyandu. Seluruh rangkaian kegiatan turut didokumentasikan sebagai bukti pelaksanaan program kerja KKN Pengakuan pada bidang Kesehatan Lingkungan.

KKN Pengakuan sendiri merupakan skema khusus yang disediakan kampus bagi mahasiswa disabilitas agar tetap dapat menjalankan pengabdian masyarakat sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing, meski dilaksanakan secara individu tanpa kelompok.

Melalui skema ini, Sonia menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tetap dapat dijalankan secara utuh, sekaligus menjadi contoh nyata semangat inklusivitas dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung program kesehatan masyarakat di tingkat desa, sekaligus memperkuat sinergi antara mahasiswa, kader kesehatan, dan tenaga medis dalam upaya peningkatan kesehatan balita dan lansia.

#KKNUINWalisongoSemarang
#LP2MUINWalisongoSemarang
#KKKNDISABILITAS2026