Demak – Jumat (30/05/2026), Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 86 Posko 23 UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan edukasi lingkungan dan pelatihan pembuatan ecobrick bersama siswa SD Negeri Jungsemi 01, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 siswa yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan sejak dini melalui pemanfaatan sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna. Permasalahan sampah plastik yang terus meningkat menjadi salah satu tantangan lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian bersama.
Oleh karena itu, mahasiswa KKN berupaya memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai jenis-jenis sampah, dampak sampah plastik terhadap lingkungan, serta pentingnya membiasakan diri memilah sampah sejak usia dini.
Para siswa juga diperkenalkan konsep reduce, reuse, dan recycle sebagai langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi jumlah sampah. Setelah sesi penyampaian materi, peserta diajak untuk mempraktikkan secara langsung mengenai pembuatan ecobrick.
Sampah plastik yang telah dikumpulkan selanjutnya dipotong-potong menjadi bagian-bagian kecil, kemudian dimasukkan ke dalam botol plastik bekas dan dipadatkan hingga menjadi ecobrick yang siap untuk dimanfaatkan kembali.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga pengalaman langsung dalam mengolah sampah plastik menjadi barang yang bermanfaat.
Suasana kegiatan berlangsung meriah dan interaktif. Para siswa tampak aktif bertanya serta bersemangat saat mengikuti praktik pembuatan ecobrick. Metode pembelajaran yang menggabungkan edukasi dan praktik langsung membuat peserta lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Kepala Sekolah Dasar Negeri Jungsemi 01 menyampaikan apresiasinya terhadap program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat yang positif bagi siswa dalam membangun kesadaran terhadap lingkungan sejak dini.
“Adanya program ini dapat membantu anak-anak untuk memahami cara memilah sampah dan mengenali jenis sampah yang masih dapat dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai guna,” ujarnya.
Koordinator Desa KKN Reguler 86 Posko 23 Desa Jungsemi, Aditya, menyampaikan bahwa kegiatan pembuatan ecobrick merupakan salah satu bentuk edukasi lingkungan yang mudah diterapkan oleh anak-anak.
Selain membantu mengurangi jumlah sampah plastik, kegiatan
tersebut juga mengajarkan kreativitas dalam memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang berguna.
“Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak dapat memahami pentingnya memilah sampah dan memanfaatkan kembali sampah plastik yang masih memiliki nilai guna. Dengan begitu, kesadaran untuk menjaga lingkungan dapat tumbuh sejak dini,” kata Aditya.
Ecobrick yang dihasilkan dalam kegiatan ini direncanakan untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kursi dan meja yang dapat digunakan sebagai sarana edukasi lingkungan di sekolah.
Dengan demikian, hasil dari kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menghasilkan produk yang bermanfaat bagi lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, KKN Reguler 86 Posko 23 Desa Jungsemi UIN Walisongo Semarang berharap kesadaran mengenai pengelolaan sampah dapat terus tumbuh di kalangan siswa dan masyarakat.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui kebiasaan memilah serta memanfaatkan sampah sejak usia dini.