Demak – Mahasiswa KKN Reguler 86 UIN Walisongo Semarang mengadakan sosialisasi cuci tangan bersama siswa SDN 1 dan SDN 2 Mijen, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, pada Senin-Selasa (18&19/5/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk edukasi kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan sejak dini. Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN memberikan penjelasan sederhana tentang pentingnya mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir agar terhindar dari berbagai penyakit menular, seperti diare, infeksi saluran pernapasan, dan penyakit kulit.
Materi yang disampaikan juga berkaitan dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah maupun di rumah. Mahasiswa KKN menekankan bahwa kebiasaan mencuci tangan yang baik perlu ditanamkan sejak usia dini agar menjadi bagian dari rutinitas hidup sehat anak-anak.
Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusias. Para siswa tampak aktif mengikuti Arahan serta bersemangat saat praktik berlangsung.
Siswa melakukan enam langkah mencuci tangan yang benar secara bersama-sama, mulai dari membasahi tangan, menggosok telapak tangan, menggosok punggung tangan, membersihkan sela-sela jari, membersihkan ujung kuku, hingga membilas dan mengeringkan tangan.
Dengan pendampingan langsung dari mahasiswa KKN, siswa menjadi lebih mudah memahami dan mengingat tahapan mencuci tangan yang baik dan benar.
Selain memberikan edukasi kesehatan, kegiatan ini juga dikemas dengan cara yang menyenangkan agar siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan.
Mahasiswa KKN menggunakan metode interaktif seperti tanya jawab, praktik langsung, serta permainan ringan agar siswa tidak merasa bosan selama kegiatan berlangsung. Beberapa siswa terlihat antusias menjawab pertanyaan yang diberikan oleh mahasiswa, dan tidak sedikit yang berebut untuk mencoba praktik cuci tangan di depan teman-temannya.
Pendekatan yang menyenangkan ini terbukti efektif dalam menarik perhatian dan keterlibatan aktif siswa.
Salah satu guru SDN Mijen menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat membantu sekolah dalam mengajarkan pola hidup bersih kepada siswa.
“Anak-anak jadi lebih paham pentingnya cuci tangan, apalagi tadi langsung dipraktikkan bersama. Jadi mereka tidak hanya mendengar materi saja,” ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa metode belajar sambil praktik membuat siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
“Kalau dibuat seperti ini anak-anak lebih semangat. Mereka senang karena ada praktik langsung dan pemahamannya juga mudah dipahami,” tambahnya.
Selain itu, pihak sekolah mengaku senang dengan adanya program dari mahasiswa KKN UIN Walisongo karena kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi siswa.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan karena sangat membantu memberikan edukasi kesehatan kepada anak-anak sejak dini,” katanya.
Melalui kegiatan sosialisasi cuci tangan bersama ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap siswa semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan diri sebagai langkah sederhana untuk menjaga kesehatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN Reguler 86 yang berfokus pada peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan anak-anak usia sekolah.
Dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.
