Demak-Sabtu (16/05/2026), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler UIN Walisongo Posko 5 berhasil menyelenggarakan kegiatan program kerja bertema Digitalisasi UMKM : Pembuatan QRISS dan Pendaftaran Google Maps yang bertempat di Dusun Gedangan, Desa Mijen, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak.

Kegiatan ini ditujukan kepada para UMKM, terutama dalam hal pembuatan QRISS dan pencantuman usaha mereka di aplikasi Google Maps agar lebih dikenal masyarakat luas.

Program Digitalisasi UMKM merupakan kegiatan yang dibuat oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya pemanfaatan teknologi digital bagi para pelaku usaha di Desa Mijen.

Meski potensi ekonomi Desa Mijen cukup besar dengan beragam usaha lokal yang berkembang, namun sebagian besar pelaku UMKM masih menjalankan usahanya secara tradisional. Banyak pelaku usaha yang belum memanfaatkan sistem pembayaran non tunai maupun platform digital untuk memperluas jangkauan pasar mereka.

Atas dasar itulah para mahasiswa KKN hadir membawa solusi praktis yang dapat langsung diterapkan oleh para pelaku usaha.

Dengan konsep survei dan pendampingan secara langsung dari rumah ke rumah atau toko ke toko para UMKM, program ini bertujuan memberikan pemahaman nyata sekaligus keterampilan yang bisa langsung diterapkan secara mandiri oleh para pelaku usaha.

Ada dua kegiatan utama yang menjadi fokus utama disini : pembuatan QRISS (Quick Response Code Indonesian Standart) sebagai sarana pembayaran digital resmi, dan pendaftaran lokasi usaha di Google Maps (Google Bussines Profile) untuk meningkatkan visibilitas usaha secara online.

Kegiatan diawali dengan pembuatan QRISS, di mana setiap pelaku usaha didampingi langsung oleh mahasiswa KKN mulai dari download aplikasi Gopay Merchant, setelah itu registrasi akun data usaha, lalu scan KTP dan wajah hingga kode QRISS yang siap digunakan sebagai sarana pembayaran di tempat usaha masing-masing.

Dilanjutkan dengan pendaftaran Google Maps. Diawali dengan mencari alamat usaha, mengunggah foto usaha, karakteristik usaha agar usaha mereka mudah ditemukan oleh para pelanggan.

Salah satu peserta, Pak Sapuan, pemilik Toko Akbar Elektrik di Desa Mijen, beliau mengungkapkan rasa terima kasih atas kegiatan ini.

“Saya tidak menyangka ternyata daftarnya semudah itu dan sekarang sudah bisa membayar pakai HP”.

Hal serupa juga disampaikan oleh Muhammad Heli Firdaus, beliau salah satu pelaku usaha yang toko nya sudah tercantum di Google Maps. Antusiasme yang tinggi juga ditunjukkan oleh pelaku UMKM lainnya yang sebelumnya masih merasa asing dengan teknologi digital.

Namun, dengan adanya kegiatan ini mereka mulai percaya diri untuk mempraktikkan nya secara mandiri.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 5 bersama perangkat Desa Mijen berharap para pelaku UMKM dapat semakin terbuka terhadap perkembangan teknologi digital.

Selain itu, diharapkan para pelaku usaha mampu meningkatkan kulitas pelayanan kepada pelanggan, memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya asing usaha lokal, serta mendorong peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat Desa Mijen secara berkelanjutan.

Program ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi para pelaku UMKM untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan usaha. Dengan adanya digitalisasi, pelaku usaha tidak hanya mampu mengikuti perubahan pola transaksi masyarakat yang kini semakin modern, tetapi juga dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap usaha yang dijalankan.

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 5 berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan agar semakin banyak pelaku usaha desa yang mampu bersaing di era digital serta menciptakan UMKM yang lebih maju, mandiri, dan inovatif.