Pati  – Dalam rangka mendukung Program 10 Ton/Hektar produksi padi di wilayahnya, Camat Wedarijaksa menggelar sosialisasi kepada petani. Narasumber dari Dinas pertanian pun didatangkan untuk mengisi acar a.

Camat Wedarijaksa Eko Purwantoro, S.Sos
mengungkapkan, terkait dengan program unggulan Bupati Pati dibidang pertanian, hari ini kita menggelar sosialisasi kepada kelompok tani di desa Suwaduk dan sorenya ke desa sidoharjo. Besoknya ke desa laen hingga selesai 18 desa.

“Semua anggota kelompok tani mengikuti sosialisasi untuk meningkatkan hasil panennya dengan metode yang sudah teruji keberhasilannya.
Antara lain metode tanam padi dengan pembuatan mikroba pengurai dan penyubur tanah, serta penanaman bibit tembakau dan terong jepang”, terang Eko Purwantoro, S.Sos

Mengutip metoda tanam padi yang disampaikan oleh narasumber, Kanafi dari Dispertan, Camat Eko Purwantoro, S.Sos menambahkan, cara yang dipraktikkan telah menghasilkan 10 hingga 11 ton gabah, per hektar.
Maka dalam kesempatan ini, desa-desa lainnya, untuk dapat menerapkan metode yang sudah teruji pada musim tanam berikutnya.

Narasumber dari Dinas Pertanian kabupaten Pati Kanafi mengetengahkan cara pembuatan mikroba pengurai dan penyubur tanah, berbahan sederhana dan mudah didapat.
Bahannya terdiri atas gula aren, kacang ijo, daun kelor dan buah pisang.

“Mikroba ini, menurut Kanafi, mampu mendampingi kebutuhan pupuk petani hingga 30 persen.
Kemaren sudah diuji coba di demplot di desa Bumiayu lahannya tidak terlalu subur ternyata setelah di kasih Mikroba jumlah anaknya maksimal dan daunnya hijau tidak ada yang kerap atau kering dan hasilnya. mencapai 10 Ton”,jelasnya.

Kepala Desa Suwaduk, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, Juremi, berharap para kelompok tani yang sudah mengikuti sosialisasi, meski kepemilikannya tidak mencapai hektaran, berani mencoba agar hasilnya maksimal.( Agus )