Pati – Desa Karangwage Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, menjadi lokasi penyelenggaraan sosialisasi program prioritas Bupati Pati di bidang pertanian. Program ini berfokus pada peningkatan produktivitas padi hingga mencapai 10 ton per hektar.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk kelompok tani, perangkat desa, PPL dari Dinas Pertanian Kabupaten Pati dan Babinsa.
Kepala Desa Karangwage Teguh Utomo, S.Sos menyebut dalam sosialisasi tersebut, diperkenalkan inovasi-inovasi pertanian seperti metode Mikroba dan Varietas Padi M 70 D.
Kedua inovasi ini diharapkan dapat membantu petani meningkatkan hasil panen mereka secara signifikan.
“Sosialisasi ini merupakan dukungan nyata dari Dinas Pertanian Kabupaten Pati dan Babinsa mensukseskan program prioritas Bupati Pati Sudewo”, tuturnya
Kami akan berupaya semaksimal mungkin menyemangati petani untuk mencapai target 10 ton per hektar yang telah ditetapkan oleh Bapak Bupati. Program ini sangat bagus karena memberikan perhatian khusus pada sektor pertanian, sehingga petani dapat hidup makmur dan sejahtera, serta kebutuhan pangan di Kabupaten Pati dapat terpenuhi dengan baik.
“Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para petani di Desa Karangwage dan sekitarnya dapat mengadopsi teknologi dan inovasi pertanian yang diperkenalkan oleh narasumber, sehingga produktivitas padi dapat meningkat dan kesejahteraan petani dapat terjamin”, pintanya
Kecamatan Trangkil tidak kesulitan untuk menuju 10 ton/ hektar, memang kualitas tanahnya baik ketika alam mendukung.
Sebenarnya ada beberapa faktor pendukung penentu pertama itu tadi kondisi tanah alam kedua juga dominan pengaruhnya tentang dunia pertanian itu curah hujan. Terlalu tinggi juga tidak bagus, kalau malah kurang ya juga kurang bagus untuk pertanian padi.
Ketiga adalah faktor internal petani, kemauan dan kesungguhan di dalam mulai mengelola lahan sampai merawat tanaman, kemudian kinerja petaninya juga teratur dan terarah.
“Kami juga menyambut adanya bimbingan untuk menggunakan metode Mikroba. Tentu menambah semangat para petani karena dengan penggunaan mikroba bisa mengurangi pemakaian atau Penggunaan pupuk yang kimia di angka kisaran lebih kurang 30% dan diperkenalkan juga adanya varietas unggul terbaru, tempo masa panennya adalah diangka 70 hari. Ini cukup menarik semangat para petani dan petani-petani muda sebab dalam hitungan setahun bisa 4 kali panen”, pungkasnya (Agus)