Jepara – Salah satu makam yang masih di jaga dirawat dan dilestarikan oleh warga desa Kedungmalang kecamatan Kedung adalah makam Mbah Duwok atau Mbah Abdullah. Makam ini sudah lama ada dan sampai sekarang masih di ziarahi oleh warga . Dan menjadi tempat peziarahan dari dulu hingga kini .
Terkait siapa sosok mbah Duwok tidak ada sumber atau catatan yang yang pasti tokoh sentra ini berasal dari mana dan hidup tahun berapa. tahunya warga dari cerita tutur warga bahwa mbah Duwok ini adalah tokoh cikal bakal desa Kedung yang terletak di tepi laut. Selain itu juga sebagai penyebar agama Islam pada waktu itu.
Di area pemakaman ini ada tiga makam yang kini bernisan dan berjirat kayu jati. Nisan dan jirat makam itu adalah baru . Adapun tiga makam itu menurut warga setempat adalah makam Mbah Abdullah , Putra dan istrinya. Makam inilah yang setiap selapan sekali diadakan istighosah dan do’a bersama.
“ Kalau menurut cerita ayah saya dulu disini merupakan area pemakaman umum. Sehingga tidak hanya tiga makam ini .Namun ada banyak makam tetapi entah mengapa kini tinggal tiga makam saja. Saya tidak tahu ceritanya “, kata Ulul warga desa Kedungmalang pada kabar seputarmuria Selasa 16/9/2025.
Ulul menambahkan ayahnya yang mempunyai tambak di dekat area pemakaman mbah Abdullah pernah menggali tanah dan menemukan tulang rangka dan tengkorak manusia. Dalam impiannya ia isuruh untuk mengembalikan dan menguburkan pada tempat semula.
“ Kalau ada yang mengatakan ini dulunya adalah pemakaman lama memang ada benarnya. Sisa tiga makam ini dulunya adalah makam yang dituakan seperti halnya area pemakaman di desa lain pasti ada makam yang disisakan kebanyakan mereka yang disebut cikal bakal “, tambah Ulul
Terkait area pemakaman mbah Abdullah di peta lama desa Kedungmalang memang lokasi area pemakaman umum. Di peta tua tersebut digambarkan tanda bulan sabit. Dan area pemakaman mbah Abdullah ini merupakan pemakaman kampung Kedung lor . Tempat ini dulunya paling Timur di kampung Kedung Lor.
Sedangkan kampung di sebelah Timur kampung Kedung adalah kampung Krasakmalang. Kampung ini mempunyai area pemakaman tersendiri dua tempat di tengah kampung dan di area persawahan sebelah Utara area perkampungan Krasak Malang.
Dua kampung itu selanjutnya disatukan menjadi satu desa yang disebut Kedungmalang hingga kini. Desa Kedungmalang hingga kini menjadi satu dan tidak ada celah yang memisahkan seperti dahulu . Celah itu kini menjadi area perkampungan yang padat penduduk. (Pak Muin)
