Jepara – Keberadaan Pasar Desa Karangaji kecamatan Kedung yang berada di tepi jalan raya membuat pengendara terganggu setiap pagi hari. Selain macet karena pedagang yang jualan mepet jalan . Juga para pembeli yang hilir mudik menyeberang jalan dengan bebas.
Selain itu pasar ini juga menimbulkan bau yang tidak sedap . Air buangan para penjual ikan mengalir dengan bebas di jalan. Sehingga jalan penuh dengan air sisa dari rendaman ikan yang baunya tidak sedap .
“ Wah gimana ya sejak dulu hingga sekarang tak ada penangannya . Katanya akan di relokasi namun sampai saat ini belum ada realisasi. Selain macet baunya juga mengganguu setiap harai harus semprot motor kalau lewat jalan ini “, kata Najihah warga desa Kedungmutih pada kabarseputarmuria Jum’at 30/5/2025.
Najihah menambahkan , jika tempat relokasi sudah siap diharapkan segera dipindahkan pedagang ikan yang cukup lama mengganggu jalan. Dampak dari masih dioperasikan pasar ikan tersebut akan mengganggu pengendara kendaraan. Membuat waktu tunggu lama karena kemacetan yang terjadi.
Terkait hal diatas Petinggi Desa Karangaji Abdillah Fadlol menjelaskan , para pedagang di pasar lama memang belum mau direlokasi. Mereka punya alasan sehingga belum bersedia dipindahkan. Alasan mereka diantaranya tempat yang baru belum tersedia sarana prasana penunjang seperti listrik , sarana kebersihan MCK, Air
Selain itu kepsastian lahan untuk pembangunan pasar baru desa Karangaji yang masih dalam proses dinas terkait. Sedangkan untuk pembangunan imbas penataan tanggul hasil rembuk bersama Pemkab, lalu dicarikan solusi oleh Pemkab sehingga muncul pembangunan lewat SRC bank BPD, dan untuk anggaran Desa tidak tahu.
“ Sedangkan untuk anggaran melengkapi saran prasarana akan dianggarkan perubahan tahun ini, lalu untuk parkir nanti d rembuk,” paparnya Kades seperti yang disitir dari https://www.radar-nasional.net/.