Jepara – Bertani merupakan profesi yang menjanjikan dan bertani tidak hanya menanm padi saja. Itulah yang dikatakan Khafid (49 ) Petinggi desa Gerdu kecamatan Pecangaan. Meskipun saat ini masih menjabat sebagai petinggi namun kegiatan bertani tidak pernah ditinggalkannya.

Dalamm kesehariannya selain disibukkan mengurusi pemerintahan desa , namun disela waktu istrihatnya itu digunakan juga mengurusi tanah swah bengkoknya. Selain di tanami padi sawah bengkok yang merupakan penghasilan tidak tetapnya sebagai Petinggi juga ditanami palawija.

“ Ya ini yang saya lakukan mas memanfaatkan lahan penghasilan  tidak tetap saya sebagai kepala desa . Selain saya tanami padi juga saya tanami polowijo sesuai arahan dari Penyuluh Dinas Pertanian kali ini saya tanami lombok komoditas yang cukup laku di pasaran”, kata Khafid yang ditemui kabarseputarmuria di lahannya seluas satu hektan yang telah di tanami cabe.

Biaya untuk penggarapan lahan yang ditanami cabe lebih mahal dibandingkan dengan  tanaman padi . Untuk lahan satu hektar biaya yang dibutuhkan untuk pengolahan lahan sampai panen  sekitar Rp 30 Juta. Selain itu perawatan tanaman cabai ini juga lebih sulit dan perleu ketelitian dan kesabaran.

“ Tanaman cabai lain daripada yang lain selain perawatannya cukup susah , biaya operasional juga tinggi harganyapun fluktuatif , bisa mahal dan juga bisa murah . Nah inilah yang saya coba agar bisa dilihat warga desa saya . Sehingga bertani kesannya tidak hanya padi saja “, tambah Khafid.

Khafid mengatakan bertanam cabai seperti dirinya memang harus bersungguh sungguh . Selain membutuhkan biaya dan juga waktu untuk perawatan. Meskipun sudah ada tenaga yang mengurusi kebun cabainya . Namun sore hari jika ada waktu luang ia pasti nyambangi sawahnya sambil member arahan kepada tenaga yang merawat tanaman cabainya.

Meskipun butuh biaya yang besar , namun usaha tanam cabai ini cukup prospektif dan menguntungkan. Apalagi jika pas panen harga bagus keuntungan bisa berlipat. Soal harga Khafid mengatakan jika harga cabai di bawah Rp 20 ribu petani akan untung tipis atau balik modal. Namun jika harga cabai normal Rp 30 ribu – 40 ribu petani masih dapat untung lumayan.

“ Apalagi jika harga cabai mencapai Rp 50 ribu keatas petani akan mendapat keuntungan yang berlipat . Nah kalau tanaman saya ini belum bisa diprediksi karena baru dua bulanan lebih dikit . Ya mudah mudahan tanaman bagus dan dapat untung banyak “, kata Khafid yang telah menjabat sebagai petinggi desa Gerdu 2 periode. (Muin)