Jepara – Jualan adalah salah satu pekerjaan yang cepat mendapatkan uang dengan modal tidak begitu banyak tetapo bisa jalan. Seperti halnya Rahel bujangan asal salah satu desa di kecamatan Purbalingga ini. Ke Jepara ia buka usaha jualan Siomay keliling.
Ia kontrak bersama beberapa temannya di desa Pecangaan Kulon. Setiap hari ia ider keliling jualannya sampai dengan desa-desa di perbatasan Demak misalnya desa Kedungkarang, kedungmutih dan Tedunan. Dengan sepeda motornya dan gerobag ia berkeliling desa,
“ Ya pindah pindah hari ini ke desa sono besok pagi ke sono dan nati kembali lagi setelah beberapa hari ,kalau terus ya bosan “, kata Rahel pada kabarseputarmuria.
Berwirausaha memang harus trampil karena mulai belanja barang, mengolah dan menjual ia lakukan sendirian. Pagi hari ia belanja ke pasar Pecangaan untuk membuat siomay. Misalnya belanja tahu , sayuran, tepung terigu dan juga bumbu lainnya. Sekitar jam 6 ia belanja , sekitar dua jam ia mengolah bahan dan jam 10 sudah selesai semuanya.
“ Saya keluar jualan usai shalat dhuhur , terus keliling dari satu desa ke desa lainnya. Dan pulangnya kadang habis manghrib kadang juga sampai Isya’ “, imbuhnya.
Rahel mengatakan pembelian siomy ini mulai Rp 1.000 , biasanya yang membeli anak-anak sekolah. Namun banyak pula orang tua yang membeli makanan ini biasanya mereka membeli ada yang Rp 5.000,-. Setiap harinya ia bisa membawa pulang kotor Rp 200 – Rp 300 ribu.
“ Ya lumayan seharinya bisa untung bersih paling dikit Rp 100 ribu udah potong bensin dan makan . Kalau ramai kadang bisa dapet hingga Rp 150 ribu “, katanya.
Karena masih bujangan , uang hasil keuntungan jualannya itu disimpan untuk dibawa pulang sebulan sekali ke Purbalingga. Harapannya uang simapanan itu nantinya digunakan untuk persiapan nikah kelak.(Muin)