Magelang  – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Tidar menggelar pelatihan perencanaan pembelajaran mendalam bagi guru SD di kabupaten Magelang. Kegiatan yang berpusat di Kecamatan Tegalrejo ini secara khusus ditujukan untuk para pendidik di SD Geger dan SD Girirejo.

Langkah tersebut diambil sebagai upaya nyata mendongkrak kualitas proses belajar mengajar agar lebih bermakna, relevan, serta sejalan dengan transformasi Kurikulum Merdeka. Melalui program ini, para guru dibekali konsep perencanaan pembelajaran mendalam dan keterampilan dalam menyusun dokumen perencanaan pembelajaran.

Kebutuhan akan penguatan keterampilan tersebut terlihat dari kondisi nyata yang dihadapi oleh para guru di sekolah mitra.

Berdasarkan hasil wawancara, Kepala Sekolah mitra mengungkapkan bahwa sebagian guru sebenarnya sudah memahami pengertian dan prinsip dasar Kurikulum Merdeka dari berbagai pelatihan

yang pernah diikuti sebelumnya. Namun, masih terdapat tantangan yang muncul pada tahap penerapan pemahaman tersebut ke dokumen perencanaan.

“Secara teori, bapak dan ibu guru sudah paham konsepnya. Tetapi begitu masuk ke ranah perencanaan pembelajaran di kelas, masih terdapat beberapa tantangan.

Akibatnya, selama ini guru cenderung hanya meniru atau mengikuti format-format perencanaan yang ada tanpa memahami konsep fundamental dibaliknya,” ungkap Kepala Sekolah. Anis totokake wa Dani barang

Kegiatan ini diikuti oleh 12 Guru SDN Girirejo dan 12 Guru SDN Geger yang dilaksanakan di SD Negeri Geger Kecamatan Tegalrejo, secara luring selama dua hari.

Hari pertama, dilaksanakan pada Senin, 13 Juli 2026 berfokus pada pemaparan materi mengenai konsep perencanaan pembelajaran mendalam dilanjutkan dengan focus group discussion (diskusi kelompok terarah) terkait perencanaan pembelajaran mendalam.

Pada hari kedua Kamis, 16 Juli 2026 kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan praktik penyusunan dokumen perencanaan pembelajaran mendalam dan berbagi best practice (praktik terbaik) untuk memperkuat pemahaman dan kesiapan implementasi di kelas.

Pelatihan ini bertujuan untuk mendorong transformasi pembelajaran pada Kurikulum Merdeka agar sesuai dengan tuntutan kebutuhan di abad ke-21. Adapun diantaranya yaitu,menekankan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna, sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterlibatan aktif, kreativitas, dan penyelesaian masalah peserta didik.

Efektivitas kegiatan ini terbukti dari hasil evaluasi yang menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai Pembelajaran Mendalam.

Rata-rata nilai pretest guru meningkat dari 41,5 menjadi 69,5 pada posttest. Hal ini terlihat juga pada hasil luaran pengabdian berupa dokumen perencanaan pembelajaran yang dipresentasikan oleh perwakilan guru di sesi akhir kegiatan.