Magelang – Mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi (MKT) Universitas Tidar tahun 2026 menghadirkan Program SAHABAT (Sarana Pengolahan Limbah Terpadu) di MTs Negeri 1 Kota Magelang. Program ini merupakan salah satu program wajib MKT yang bergerak di bidang lingkungan dengan fokus pada pengelolaan limbah organik.
Lingkungan MTs Negeri 1 Kota Magelang memiliki banyak pepohonan dan area hijau yang menghasilkan daun kering serta sisa pemeliharaan tanaman. Limbah organik tersebut perlu dikelola secara rutin, sementara selama ini sebagian masih ditangani dengan cara dibakar.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan limbah organik, mahasiswa MKT menghadirkan mesin pencacah yang dapat digunakan untuk mengolah daun kering menjadi ukuran yang lebih kecil. Pemanfaatan alat tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif dalam mengurangi pembakaran limbah organik di lingkungan madrasah.
Daun kering yang telah dicacah dapat dimanfaatkan untuk proses pengomposan. Pengolahan tersebut memungkinkan limbah organik yang berasal dari kegiatan pemeliharaan lingkungan untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan yang mendukung pemeliharaan lingkungan madrasah.
Pemanfaatan sarana tersebut kemudian diperkenalkan kepada pihak madrasah melalui kegiatan sosialisasi Program SAHABAT. Mahasiswa menyampaikan informasi mengenai fungsi alat, jenis limbah yang dapat diolah, cara penggunaan, keselamatan, serta perawatan mesin.
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada Jumat, 4 September 2026 di Lapangan Indoor MTs Negeri 1 Kota Magelang dan dilengkapi dengan demonstrasi penggunaan alat. Mahasiswa memperagakan proses pencacahan daun kering agar pihak madrasah memperoleh gambaran secara langsung mengenai penggunaan mesin.
Pihak madrasah juga diberikan penjelasan mengenai perawatan dan penggunaan alat secara tepat. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi pihak madrasah dalam memanfaatkan sarana yang telah disediakan secara mandiri.
Mesin pencacah selanjutnya diserahkan kepada pihak MTs Negeri 1 Kota Magelang untuk digunakan dalam pengolahan limbah organik. Alat tersebut dapat membantu petugas kebersihan mengolah daun kering yang terkumpul dari lingkungan madrasah.
Keberlanjutan Program SAHABAT dilakukan melalui pemanfaatan mesin secara rutin dan perawatan secara berkala oleh pihak madrasah. Petugas kebersihan dapat menggunakan mesin untuk mengolah daun kering yang terkumpul, sedangkan hasil pencacahan dapat dimanfaatkan dalam proses pengomposan melalui biopori.
Program SAHABAT yang diinisiasi oleh mahasiswa MKT Universitas Tidar diharapkan dapat menjadi alternatif dalam pengelolaan limbah organik di MTs Negeri 1 Kota Magelang. Kehadiran mesin pencacah diharapkan dapat membantu mengurangi pembakaran daun kering sehingga dapat menekan asap dan polusi udara di sekitar lingkungan madrasah.