DEMAK — Musim kemarau panjang membawa berkah bagi para petambak garam di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Cuaca panas dan minimnya hujan membuat lahan-lahan garam di wilayah pesisir memasuki masa panen raya.
Memasuki September 2026, aktivitas panen garam terlihat semakin meningkat. Setiap hari, petambak melakukan pemungutan garam dari lahan produksi untuk kemudian diangkut dan disimpan di gudang-gudang garam.
Sejumlah desa di Kecamatan Wedung menjadi salah satu sentra produksi garam di Kabupaten Demak. Di antaranya Desa Tedunan, Mutih Kulon, Mutih Wetan, Kendalasem, Kedungkarang, Kedungmutih hingga Berahan Wetan.
“ Musim panen tahun ini didukung kondisi cuaca yang cukup panas. Tidak adanya hujan selama lebih dari tiga bulan membuat proses pengkristalan air laut di lahan tambak garam berlangsung optimal”, kata Shobirin petambak garam dari desa Kendalasem Minggu 13/6/2026
Saatnya Garam Masuk Gudang
Menurut Shobirin memasuki puncak panen, ratusan ton garam diperkirakan keluar dari lahan produksi setiap harinya. Garam hasil panen kemudian diangkut menggunakan kendaraan khusus menuju gudang maupun tempat penampungan.
“ Hari ini gudang-gudang garam mulai dipenuhi hasil panen. Para pekerja angkut garam pun ikut mendapatkan pekerjaan dari tingginya aktivitas panen. Setiap hari tenaga angkut kerja dari pagi hingga sore “ tambah Shobirin .
Mereka biasanya bekerja secara berkelompok dengan jumlah sekitar 8 hingga 15 orang. Sistem penghasilan umumnya menggunakan upah borongan, tergantung jumlah garam yang berhasil diangkut.
Harga Garam Mulai Bergerak
Di tingkat petambak, harga garam saat ini masih menjadi perhatian. Harga yang diterima petambak dapat berubah mengikuti kondisi pasar, kebutuhan pembeli, kualitas garam, serta aktivitas para pengepul dan penimbun.
“ Harga garam disini terus bewranjak naik saat ini harga perkarung degan berat 45-50 kg Rp 40 ribu dilahan . Kalau sampai gudang harga saat ini Rp 100 ribu – Rp 120 ribu per 100kg tergantung lokasi dan kualitas “ papar Shobirin.
Di sejumlah lokasi, penimbun atau pembeli musiman mulai kembali melakukan pembelian garam. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat penyerapan hasil panen petambak.
Para petambak berharap harga garam pada musim panen 2026 dapat terus membaik sehingga hasil kerja selama musim kemarau mampu memberikan keuntungan yang layak.
Bagi masyarakat pesisir Demak, musim panen garam bukan sekadar aktivitas ekonomi. Ribuan tenaga kerja terlibat dalam proses produksi, pengangkutan hingga penyimpanan garam.
Panen raya telah tiba. Lahan garam menghasilkan, gudang mulai penuh, dan para petambak kini menunggu satu hal: harga garam yang mampu memberikan keuntungan bagi pejuang garam di pesisir Demak.
Kabarseputarmuria — Dari Pesisir, Mengabarkan Indonesia.