JEPARA — Musim kemarau panjang membawa berkah bagi para petambak garam di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Cuaca panas yang berlangsung selama lebih dari tiga bulan tanpa hujan membuat produksi garam di sejumlah wilayah pesisir meningkat.
Memasuki September 2026, aktivitas panen garam semakin ramai. Sejak pertengahan Agustus lalu, petambak mulai melakukan panen secara rutin. Hampir setiap hari, lahan-lahan garam terlihat dipenuhi aktivitas petambak yang memungut kristal garam untuk kemudian dikumpulkan dan diangkut ke tempat penyimpanan.
Kondisi cuaca yang terik menjadi salah satu faktor penting dalam proses produksi. Minimnya hujan membuat penguapan air laut di lahan garam berlangsung lebih maksimal sehingga kristal garam lebih cepat terbentuk.
Harga Garam Rp 85 Ribu per 100 Kilogram
Di tengah panen raya, harga garam di tingkat petambak saat ini berada di kisaran Rp85.000 per 100 kilogram. Harga tersebut menjadi perhatian petambak karena biaya produksi, tenaga kerja, serta kebutuhan operasional selama musim garam terus meningkat.
Meski demikian, mulai masuknya pembeli dan penimbun garam musiman memberikan harapan tersendiri bagi petambak. Aktivitas jual beli mulai bergerak, sementara gudang-gudang garam perlahan kembali terisi hasil panen.
Para petambak berharap harga garam tidak mengalami penurunan tajam saat produksi mencapai puncaknya. Mereka berharap tingginya produksi tahun ini juga diikuti dengan harga yang mampu memberikan keuntungan layak.
Setiap Hari Tiada Hari Tanpa Panen
Bagi petambak garam, musim kemarau merupakan waktu untuk bekerja keras mengejar hasil produksi. Kalimat “tiada hari tanpa panen garam” kini benar-benar terasa di sejumlah sentra garam Jepara.
Garam yang telah dipanen dikumpulkan, diangkut dan sebagian disimpan di gudang untuk menunggu pembeli. Jika cuaca panas terus bertahan, produksi diperkirakan masih akan berlangsung hingga kondisi musim mulai berubah.
Panen raya garam 2026 menjadi momentum penting bagi ekonomi masyarakat pesisir Jepara. Tidak hanya petambak, aktivitas ini juga menghidupkan pekerjaan bagi tenaga angkut, pengemudi kendaraan, pekerja gudang hingga para pedagang dan pengepul garam.
Kini harapan petambak sederhana: panen melimpah, harga tidak anjlok, dan hasil jerih payah selama musim kemarau mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kabarseputarmuria — Mengabarkan dari Pesisir Jepara.