Mahasiswa Penyandang Disabilitas UIN Walisongo Menggandeng Anak – Anak Desa

 

            DEMAK — Mahasiswa penyandang disabilitas UIN Walisongo Semarang menggelar workshop eco-print bersama 10 anak sekolah dasar di Desa Gajah, Kabupaten Demak, pada Minggu (23/8/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di rumah pelaksana tersebut melibatkan 15 orang, terdiri atas satu pelaksana utama, 10 peserta anak-anak, dan empat orang pendamping.

Workshop tersebut merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berfokus pada pengembangan kreativitas anak melalui pemanfaatan bahan alam. Kegiatan ini sekaligus mengenalkan penggunaan tote bag sebagai alternatif kantong plastik sekali pakai dalam upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Saya percaya edukasi untuk mencintai lingkungan tidak hanya diperoleh melalui pendidikan formal di sekolah, tetapi juga melalui pengalaman nyata. Saya berharap kegiatan sederhana yang saya laksanakan ini dapat menumbuhkan kesadaran bahwa lingkungan di sekitar kita memiliki banyak potensi yang dapat dimanfaatkan secara bijak. Dari sana, saya ingin mengajak anak-anak untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan dan rasa syukur atas ciptaan Tuhan melalui kreativitas, menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, serta membangun kebiasaan mengurangi penggunaan kantong plastik dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sonia.

Sebelum praktik dimulai, peserta mendapatkan lembar materi pengenalan eco-print. Materi tersebut berisi pengertian eco-print, sejarah singkat, jenis tanaman yang dapat digunakan, alat dan bahan, tahapan pembuatan, teknik eco-print, serta tips untuk memperoleh hasil yang maksimal. Setelah penyampaian materi, peserta bersama pendamping mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Anak-anak kemudian diajak mengenali dan mengumpulkan berbagai tanaman yang terdapat di lingkungan sekitar untuk digunakan sebagai bahan dalam pembuatan motif pada tote bag, seperti daun jati muda, daun ketela, daun papaya, daun kelor, bunga telang, bunga krokot, bunga terompet, bunga sepatu, dll.

Praktik dilanjutkan dengan penyusunan tanaman di atas tote bag kanvas setelah proses mordanting. Peserta diberi kebebasan untuk menentukan pola dan posisi tanaman sesuai dengan kreativitas masing-masing.

Selanjutnya, peserta melakukan proses pounding dengan memukul bagian tanaman yang telah disusun pada permukaan tote bag. Proses tersebut dilakukan agar pigmen alami dari tanaman berpindah ke kain dan membentuk motif pada permukaan tote bag. Selama proses pounding, peserta mendapatkan pendampingan secara langsung. Pada tahap ini, peserta juga dikenalkan pada pentingnya kesabaran, ketelitian, dan ketekunan dalam menghasilkan sebuah karya.

Setelah proses pounding selesai, peserta mengikuti tahap fiksasi atau penguncian warna dengan mencelupkan tote bag ke dalam larutan air tawas. Proses kemudian dilanjutkan dengan penjemuran hingga tote bag mengering.

Selain menghasilkan karya, workshop tersebut mengajak anak-anak melihat lingkungan sekitar sebagai sumber inspirasi dan bahan yang dapat dimanfaatkan secara kreatif. Tumbuhan yang ditemukan di sekitar mereka digunakan sebagai bagian dari proses pembuatan motif alami pada tote bag.

Hasil karya totebag Eco-Print yang dibuat dengan memanfaatkan berbagai jenis tanaman disekitar lingkungan.

 

Penggunaan tote bag dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari edukasi mengenai kebiasaan yang lebih ramah lingkungan. Anak-anak dikenalkan pada tote bag sebagai produk yang dapat digunakan berulang kali sehingga dapat menjadi salah satu alternatif penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Pesan tersebut dirangkum melalui ajakan “Ganti Kantong Plastikmu dengan Tote Bagmu”. Melalui pesan tersebut, peserta diajak memahami bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari pilihan dan kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memahami hubungan antara pemanfaatan bahan alam dan kepedulian terhadap lingkungan. Proses pembuatan tote bag memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam mengubah bahan alam menjadi karya yang memiliki nilai guna dan bernilai jual.

Bagi pelaksana, kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa penyandang disabilitas dalam kegiatan edukatif di masyarakat. Dengan dukungan empat orang pendamping, seluruh rangkaian workshop dapat dilaksanakan mulai dari penyampaian materi, pengenalan bahan, praktik eco-print, hingga penyelesaian karya peserta.

Seluruh kegiatan didokumentasikan mulai dari penyampaian materi, proses praktik, hingga hasil karya peserta. Dokumentasi tersebut menjadi bagian dari publikasi kegiatan KKN sekaligus penyebarluasan informasi mengenai pemanfaatan bahan alam, kreativitas, dan pengenalan kebiasaan yang lebih ramah lingkungan.