KENDAL — Permasalahan sampah masih menjadi salah satu tantangan lingkungan yang membutuhkan perhatian bersama, terutama dalam hal pengelolaan dan pengolahan sampah rumah tangga. Keterbatasan fasilitas serta kebiasaan membakar sampah secara terbuka sering kali menimbulkan persoalan baru berupa asap dan pencemaran udara.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Semarang Posko 195 Harjakarsa menghadirkan inovasi sederhana berupa Rocket Stove sebagai salah satu alternatif solusi pengelolaan sampah yang lebih terarah.
Memperingati Hari Jadi ke-238 Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Semarang Posko 195 Harjakarsa memberikan hadiah berupa inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat berupa Rocket Stove.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung upaya desa menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih terarah, efektif, dan ramah lingkungan.
Kegiatan penyerahan dan pemanfaatan awal Rocket Stove dilaksanakan pada Kamis (27/8/2026) di area belakang Balai Desa Kebonharjo. Inovasi tersebut diserahkan sebagai bentuk kenang-kenangan sekaligus pengabdian mahasiswa KKN kepada masyarakat Desa Kebonharjo selama menjalankan program kerja di wilayah tersebut.
Rocket Stove yang dibuat oleh mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 195 Harjakarsa dirancang dengan konsep pembakaran sampah skala rumah tangga yang lebih terkendali.
Teknologi sederhana ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengurangi permasalahan sampah, khususnya sampah rumah tangga, melalui proses pembakaran yang lebih terarah dan menghasilkan asap lebih sedikit dibandingkan pembakaran terbuka.
Kepala Desa Kebonharjo, Edi Lukman, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada mahasiswa KKN atas inovasi yang diberikan untuk desa.
Menurutnya, keberadaan Rocket Stove menjadi salah satu bentuk dukungan nyata dalam membantu pemerintah desa dan masyarakat menghadapi persoalan pengelolaan sampah.
“Terima kasih atas hadiah sekaligus kenang-kenangan untuk Desa Kebonharjo. Dengan adanya Rocket Stove kami harap pengelolaan sampah di desa ini menjadi lebih terarah dan minim asap saat pembakarannya,” ujar Edi Lukman.
Ia berharap keberadaan alat tersebut tidak hanya menjadi simbol program kerja mahasiswa KKN, tetapi dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat sebagai salah satu alternatif dalam mengelola sampah secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, anggota Divisi Kesehatan Lingkungan KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 195 Harjakarsa, Anwar Thohir, menjelaskan bahwa pembuatan Rocket Stove merupakan bentuk respons mahasiswa terhadap kondisi pengelolaan sampah yang masih menjadi salah satu tantangan di lingkungan masyarakat.
Menurut Anwar, inovasi tersebut dihadirkan untuk memberikan contoh pengelolaan sampah yang lebih baik dengan memanfaatkan teknologi sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat.
“Dengan adanya inovasi Rocket Stove ini kami harap permasalahan sampah di desa dapat diminimalisir dengan adanya pembakaran sampah minim asap dan terarah. Dua Rocket Stove yang kami hadiahkan merupakan sebuah role model untuk dapat dilanjutkan di masing-masing RW atau RT,” ungkap Anwar.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik alat, tetapi juga mencakup proses edukasi kepada masyarakat agar inovasi yang diberikan dapat terus berjalan setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.
“Kami tidak hanya sekadar membangun semata, tetapi ada sosialisasi untuk lebih lanjut menjelaskan mengenai mekanisme, alat dan bahan, serta cara pembangunan Rocket Stove kepada masing-masing kepala RW dan RT,” jelasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN berharap segenap perangkat dan seluruh warga tidak hanya memahami manfaat Rocket Stove, tetapi juga memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengembangkan serta menerapkannya secara mandiri sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Sebagai langkah awal penerapan inovasi tersebut, mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 195 Harjakarsa membuat sebanyak dua unit Rocket Stove berskala rumah tangga yang ditempatkan di dua lokasi berbeda.
Unit pertama dibangun di belakang Balai Desa Kebonharjo sebagai lokasi percontohan sekaligus fasilitas bersama desa, sedangkan unit kedua ditempatkan di depan kediaman Sekretaris Desa Kebonharjo sebagai contoh penerapan di lingkungan rumah warga.
Keberadaan dua unit tersebut diharapkan dapat menjadi role model bagi masyarakat dan perangkat desa dalam mengembangkan pengelolaan sampah yang lebih terarah dan berkelanjutan di tingkat RT maupun RW.
Pembuatan dua unit Rocket Stove tersebut menjadi langkah awal untuk mengenalkan alternatif pengelolaan sampah yang lebih tertata kepada masyarakat. Mahasiswa berharap inovasi sederhana tersebut dapat diteruskan dan dikembangkan oleh pemerintah desa bersama warga sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi kebersihan dan kesehatan lingkungan Desa Kebonharjo.
Program ini sekaligus menjadi wujud nyata peran mahasiswa KKN dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi melalui pengabdian langsung kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan lingkungan dan keberlanjutan.
