Jepara – Seiring banyaknya pembalakan hutan liar ditambah langkanya kayu sebagai bahan baku membuat perahu berbahan dari kayu, berbagai macam jenis perahu berbahan fiberglass semakin banyak diminati nelayan di Jawa Tengah bahkan luar Jawa.
Salah seorang perajin perahu fiberglass Maksum , warga Desa Tedunan Kecamatan Kedung Jepara mengaku, selain mudah dalam hal perawatan, perahu berbahan baku fiberglass juga lebih tahan lama dan labil disegala cuaca esktrem di Indonesia.
Berbagai jenis perahu fiberglass pesanan para nelayan dari Jawa Tengah dan juga dari berbagai daerah di Indonesia, terlihat berjajar di rumah produksi perahu fiberglass Maksum Jaya
Perahu berbahan baku fiberglass atau serat kaca silika mirip plastik namun lebih kuat dan ringan. Memang, tidak mudah membuat perahu berbahan baku fiberglass karena butuh keahlian dan keterampilan khusus.
Tahapan produksi mulai membuat mal sampai alat untuk mencetak, membuat tulangan hingga pemasangan mesin.
Maksum mengaku kesulitan dalam membuat perahu fiberglass adalah pada saat pencetakan perahu.
“Saya juga banyak menerima pesanan perahu wisata dan perahu olah raga, seperti speed boat dan jet ski,” kata Maksum kepada kabarseputarmuria.com di rumahnya yang juga tempat kerjanya, Selasa (4/8/2026).
Dibantu 3-5 orang karyawannnya, Maksum mampu memproduksi paling banyak 10 unit perahu setiap bulannya.
Harga satu unit perahu cukup beragam. Mulai Rp 5 juta hingga Rp 300 juta tergantung jenis dan besar perahu. Para pemesan berasal dari berbagai daerah yang memiliki wilayah bahari atau perairan yang mayoritas warganya nelayan.
Maksum mengaku usaha yang telah ditekuninya selama 20 tahun sudah memenuhi pesanan ratusan perahu berbahan fiber berbagai ukuran .Usaha yang ditekuni bisa untuk menghidupi keluarga .Selain itu juga membuka lapangan pekerjaan untuk tetangga kanan kirinya . Ia berharap usahanya bertambah maju.