JEPARA – Puluhan siswa SDN 1 Tedunan, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, sudah satu minggu atau sejak Kamis (23/7/2026) mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang tamu rumah warga.

Mereka direlokasi ke rumah warga karena ruang kelas yang biasa digunakan mengalami ambrol pada bagian atap atau plafon.

Di rumah warga tersebut, mereka belajar dengan duduk lesehan di lantai. Tidak ada bangku maupun kursi. Sebagai gantinya, setiap siswa membawa meja belajar sendiri dari rumah masing-masing.

Guru SDN 1 Tedunan, Ahmad Yanis pada kabarseputarmuria  mengatakan peristiwa ambrolnya plafon terjadi pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 15.45 WIB.

Saat itu, penjaga sekolah sedang membersihkan area sekolah sebagai persiapan menyambut tahun ajaran baru yang dimulai keesokan harinya, Senin (13/7/2026).

“Pas waktu membersihkan, di ruang kantor guru katanya ada suara benda jatuh yang sangat keras. Setelah dicek, ternyata ada beberapa material cor yang rubuh menimpa filling cabinet,” kata Ahmad.Yanis saat ditemui di SDN 1 Tedunan, Selasa (4/8/2026).

Siswa yang belajar di rumah warga merupakan siswa kelas 4 hingga 6 dengan total 84 orang. Rinciannya, kelas 4 sebanyak 28 siswa, kelas 5 berjumlah 29 siswa, dan kelas 6 terdiri atas 27 siswa.

“Sisanya, kelas 1 sampai 3 masih menempati ruang kelas yang ada, karena kita baru dapat tempat relokasi sebanyak tiga ruangan,” ujar Kresna.

Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak dinas, Yanis  mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara akan memperbaiki bangunan yang rusak menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

Perbaikan tersebut saat ini masih dalam proses dan direncanakan akan dilaksanakan pada tahun ini.

“Pihak konsultan sih kemarin sudah datang, ngecek dan lihat langsung kondisi bangunannya. InsyaAllah, perbaikan katanya bakal diupayakan pada tahun ini,” pungkasnya.