Demak – Jembatan Babalan Demak yang dikenal sebagai jembatan gelombang  bulan Agustus ini sudah dibongkar total . Kendaraan dari Semarang menuju Jeparaa tau sebaliknya kini tak bisa lewat desa Babalan karena tak ada jembatan alternatif.

Arus lalu lintas dari Jepara ke Semat lanjut Kedungmalang . Dari Kedungmalang menyeberang jembatan ke Kedungmutih  diarahkan menuju ke desa Mutih Kulon selanjutnya ke arah Bungo . Dari Bungo selanjutnya menuju ke Wedung langsung Demak dan seterusnya menuju ke Semarang.

Sedangkan jika dari Semarang lanjut ke Demak . Dari Demak sambung ke Wedung lanjut ke Bungo terus ke  Mutih Kulon – lanjut ke Kedungmutih. Dari Kedungmutih langsung menyeberang jembatan ke Kedungmalang .  Dari Kedungmalang lanjut ke Semat dan berakhir di kota Jepara.

“ Jembatan sudah mulai dibangun jadi arus lalu lintas yang lewat Babalan diarahkan lewat desa MutihKulon . Lewat sana sama saja jalannya juga bagus . Memang agak panjang sedikit jalannya dibandingkan lewat Babalan”, kata Burhanudin warga desa Kedungmutih yang rumahnya dekat jembatan perbatasan Demak Jepara Senn 3/8/2026

Dari informasi yang didapatkan kabarseputarmuria , pembangunan jembatan itu sudah sejak corona direncanakan di bangun . Namun karena anggaran yang mengalami pengalihan peruntukan .Akhirnya baru tahun 2026 ini terlaksana . Dengan menghabiskan biaya sekitar Rp 9,6  M yang dibiayai dari APBD 2 kabupaten Demak .

“ Itu setiap tahun kami usulkan namun selalu gagal karena refocusing anggaran. Sebenarnya sudah 3 tahun yang lalu dianggarkan namun karena terdampak corona anggaran yang sedianya untuk jembatan dialihkan keperluan lain. Kalau tahun 2026 posisif dibangun “, kata Syafi’I Affandi Anggota DPRD dari PKB yang juga warga desa Babalan .

Syafi’I berharap dengan pembangunan jembatan desa Babalan ini bisa membuka keterisoliran desa . Selain itu meningkatkan ekonomi warga desa yang bergerak di sektor perikanan. Yang terpenting adlah meningkatkan kelancaran transportasi dari Semarang ke jepara dan Jepara ke Semarang. (Pak Muin)