Demak– Panen garam di Demak telah tiba rejeki di bagi bagi selain petambak garam yang merasakan manisnya rasa garam . Tenaga angkut garam jug merasakan hal yang sama. Tenaga angkut garam kini dibutuhkan setiap hari . Untuk melangsir garam dari area tambak.
Selain mengangkut garam dari dari lahan ke jalan raya untuk dipasarkan . Ada juga yang mengangkut garam dari lahan ke dalam Gudang untuk disimpan . Tenaga angkut garam terbagi tiga ada yang tenaga manusia manual , menggunakan perahu dan ada yang menggunan sepeda motor.
Muhlisin warga desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupataen Demak mengatakan, jika musim panen garam ia tidak merantau ke luar kota . Pekerjaan di desa tak usah di cari setiap hari ada yang butuh tenaga angkut garam. Biasanya ia kerja system kelompok 8-10 orang.
“ Kalau tak musim garam saya kerjan bangunan , namun jika musim garam seperti ini. Saya di rumah setiap hari ada permintaan angkut garam . Ya alhamdulillah tak usah keluar kota bisa kumpul anak istri “, kata Muhlisin yang sering merantau ke Jakarta Senin 3/8/026
Muhlisin menambah kerja sebagai tenaga angkut motor seperti dirinya ada puluhan orang di desa Kedungmutih. Sistem kerja borongan. Selain orderan dari tambak garam di area Demak juga area Jepara. Untuk penghasilannya tergantung orderan kalau di rata rata Rp 100 ribu -Rp 150 ribu.
Sepeda motor yang digunakan untuk kerja angkut garam ini tidak harus bagus . Yang penting mesin sehat dan kondisi body motor kuat. Malah banyak yang dimodifikasi agara nyaman digunakan misalnya setang dibuat agak panjang jok dimodidikasi lebih lebar .(Pak Muin)