Demak  – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang turut berpartisipasi dalam kegiatan posyandu yang dilaksanakan di Desa Geneng pada Rabu, 3 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan masyarakat, khususnya bagi balita dan lansia yang menjadi sasaran utama pelayanan posyandu di desa.

Kehadiran mahasiswa KKN dalam kegiatan ini disambut baik oleh kader posyandu maupun masyarakat karena dinilai membantu kelancaran pelaksanaan pelayanan kesehatan rutin desa.

Kegiatan posyandu di Desa Geneng sendiri dilaksanakan secara rutin setiap satu bulan sekali. Posyandu menjadi salah satu program kesehatan masyarakat yang memiliki peran penting dalam memantau tumbuh kembang balita sekaligus menjaga kondisi kesehatan lansia.

Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat mengetahui perkembangan kesehatan anggota keluarga mereka secara berkala sehingga berbagai permasalahan kesehatan dapat dicegah sejak dini.

Untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat, pelaksanaan posyandu di Desa Geneng dibagi menjadi lima pos yang tersebar di beberapa wilayah desa. Pembagian tersebut dilakukan agar pelayanan kesehatan dapat lebih merata dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

Selain itu, sistem pembagian pos juga membantu kader posyandu dalam mengatur jalannya kegiatan sehingga proses pelayanan dapat berjalan lebih tertib dan efektif.

Tidak hanya menyasar balita, kegiatan posyandu di Desa Geneng juga diperuntukkan bagi para lansia. Para lansia mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar guna memantau kondisi tubuh mereka secara rutin.

Hal tersebut menunjukkan bahwa posyandu di Desa Geneng tidak hanya berfokus pada kesehatan anak-anak, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesehatan masyarakat lanjut usia.

Dalam mendukung kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dibagi menjadi lima kelompok yang disebar ke masing-masing pos. Dengan adanya pembagian kelompok tersebut, setiap pos mendapatkan bantuan tenaga dari mahasiswa sehingga proses pelayanan dapat berjalan lebih optimal.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa membantu berbagai proses pelayanan kesehatan, mulai dari mengukur tinggi badan, berat badan, lingkar tangan, hingga lingkar kepala balita. Mahasiswa juga turut membantu pemeriksaan dasar bagi lansia yang hadir dalam kegiatan posyandu.

Selain membantu proses pemeriksaan kesehatan, mahasiswa KKN juga diberi tanggung jawab untuk merekap data masyarakat yang hadir pada kegiatan posyandu.

Pendataan tersebut dilakukan untuk mempermudah kader posyandu dalam melakukan monitoring kesehatan warga secara berkala. Kehadiran mahasiswa KKN dalam proses administrasi dinilai sangat membantu kader posyandu karena dapat mempercepat proses pencatatan data masyarakat.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, kondisi kesehatan balita di Desa Geneng menunjukkan hasil yang cukup baik. Dari data yang diperoleh selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan kasus stunting pada balita yang mengikuti posyandu.

Sebagian besar balita berada pada kondisi sehat dan berada pada kategori aman sesuai dengan indikator pertumbuhan yang diperiksa. Hasil tersebut menjadi kabar positif sekaligus menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Desa Geneng terhadap kesehatan dan pemenuhan gizi anak cukup baik.

Melalui keterlibatan dalam kegiatan posyandu ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Geneng, khususnya dalam bidang kesehatan.

Selain membantu jalannya kegiatan posyandu, mahasiswa juga berharap kehadiran mereka dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin, baik bagi balita maupun lansia.

Dengan adanya kerja sama antara kader posyandu, masyarakat, dan mahasiswa KKN, diharapkan pelayanan kesehatan di Desa Geneng dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh warga desa.