Makkah – Ibadah haji merupakan ibadagh panggilan yang tidak mungkin bisa jadi mungkin. Inilah yang dialami oleh pasutri asal Jepara . Baru Setahun menikah langsung bisa ibadah haji bersama sama di tahun 2026 langsung tanpa antri.

Pasangan suami istri itu adalah Hilmi Abedillah dan Nailil Husna . Nailil Husna saat ini adalah Mahasiswa S3 Biomedis di Universitas Tsukuba Jepang. Sedangkan Hilmi di Jepang mendampingi istrinya sejak bulan Juni 2025.

Keduanya memutuskan untuk berangkat haji terhitung super kilat tanpa perhitungan yang matang namun niat yang kuat dan biaya yang ditangan itulah pendorong satu satunya. Sehingga ketika pendaftaran haji online via nusuk kementrian haji Saudi Arabia dibuka hanya beberapa hari langsung ia mendaftar,

Mungkin inilah yang dikatakan haji itu panggilan sehingga pendaftaran system online dan sejumlah syarat terpenuhi langsung dilakukan. Beberapa detik memasukkan data akhirnya terjawab pendaftaran masuk . Selanjutnya syarat lainpun harus segera di penuhi terutama biaya,

“ Waktu itu di Indonesia sudah larut malam sehingga harus hubungi keluarga di Indonesia untuk kirim sejumlah uang agar pengajuan haji bisa clear. Alhamdulillan transfer dari Indonesia ke Jepang lancar “, kata Nailil Husna yang dihubungi kabaerseputarmuria.

Usai resmi sebagai calon haji dari Jepang iapun mulai belajar dan mencari informasi seputar ibadah haji yang terkait syarat dan rukun juga praktek dilapangan. Itu semua harus cari informasi sendiri via online dan buku buku . Di Jepang tidak ada komunitas bimbingan haji khusus seperti di Indonesia .

“ Itulah salah satu perbedaan haji dari Jepang dan Indonesia karena jumlahnya kecil sehingga tidak ada biro kelompok bimbingan haji khusus seperti KBIHU di Indonesia. Namun alhamdulillah semua bisa kita lalui dengan lancar sampaiu pemberangkatan “, tambah Nailil Husna yang beberapa tahun sudah pernah umroh.

Dari pengalaman umroh itupun banyak manfaatnya terutama ketika memilih hotek atau penginapan di Madinah maupun Makkah. Haji di Jepang dalam pemilihan penginapan dilakukan secara mandiri memilih sesuai dengan budget atau anggaran. Biasany ada 3 pilihan mahal , cukupan atau murah,

“ Untuk hotel atau penginapan memilih sendiri sesuai dengan kelompok masing masing namun masih koordinasi dengan rombongan. Sehingga di kelompok kami ada 3 tempat menginap ketika di Madinah dan Makkah namun ketika ibadah baik Thowaf, Sai bisa bersama sama “, katanya lagi

Armuzna Nyaman setara Haji Plus Di Indonesia

Terkain Armuzna Nailil menggambarkan , bahwa jamaah calon haji dari Jepang maktab di Arafah , Muzdalifah dan Mina setara Haji plus di Indonesia . baik segi tempat makan dan lainnya. Untuk di Arafah tendanya nyaman begitu juga di Mina . Tempat luas tidak desak desakan ada bantal dan Kasur yang nyaman.

“ Alhamdulillah semua kami rasakan lancar dan nyaman baik di Arafah muzdalifah dan Mina . Begitu juga ketika lempar jumrah aqobah juga lancar sehingga saat ini kondisi suami langsung cukur rambut gundul dan itu merupakan pengalaman pertama “, kata Nailil Husana yang dihubungi via WA.

Terkait pelaksanaan haji 2026 baginya merupakan pengalaman pertama yang tidak bisa dilupakan . Meskii a pernah ibadah Umroh namun ibadah haji merupakan ibadah yang luar biasa kenangannya. Yang pertama bisa dengan suami yang meski belum genap 1 tahuntinggal diindonesia.

“ Semua lancar mulai berangkat dari Jepang turun Bandara Jeddah langsung ke Madinah dan dua hari beribadah shalat jamaah dan tidak lupa shalat dan berdoa di Roudhoh. Begitu sampai Makkah meski hotel jauh dari Masjidil haram namun ada bis yang riwa riwi “, Kata Nailil Husna .

Terkait biaya haji dari Jepang di tahun 2026 ini ia tidak bisa memberikan nilai nominal karena terkait pilihan penginapan ,tiket pesawat antara satu calon haji dan haji lain tidak sama, Namun secara garis besar biaya haji dari Jepang di mulai dari 1.000.000 yen sampai 1.500 yen . (Pak Muin)