Maskur di tambaknya yang sekarang jadi pantai 1000 Ranting Panggung  dengan pasir putihnya.

Jepara – Salah satu area pertambakan di Jepara yang terdampak abrasi adalah di desa Panggung kecamatan Kedung. Sudah puluhan hektar tambak jadi perairan karena ganasnya ombak ketika musim penghujan tiba. Satu hari jika ombak besar disertai rob bisa merusak tanah tambak di tepi pantai.

Abrasi terlihat nyata di area pamtai 1000 Ranting yang saat ini terus tergerus ombak. Beberapa warung kini tak bisa ditempati karena air laut sudah menggenangi . Bahkan di waktu tertentu ombak kadang juga menghantam bekas warung yang dulu ramai dikunjungi.

Maskur warga desa Panggung Yang sudah merasakan dampak dari adanya abrasi atau ombakn besar di musim penghujan. Tambak yang saat ini ia garap untuK Memproduksi garam setiap musim penghujan tinggal separuh saja.

“ Awal saya beli tambak itu tahun 2005 dua sertifikat yang sebelah Timur saat ini masih utuh . Sedangkan yang sebelah Barat ya ini tinggal 10 meter saja. Selebihnya menjadi air di tepi pantai Panggung ini. Dulu tambak saya sampai sana “, kata Maskur sambil menunjukkan tempat di pinggir pantai .

Maskur mengatakan, berkurangnya tambak karena ombak di musim hujan itu dimulai sejak tahun 80 an namun posisinya maju mundur. Kadang terpotong kadang kembali lagi. Namun semenjak tahun 2000an tambak terus berkurang . Makin lama makin terasa dan puncaknya pada tahun 2024.

“ Saya beli tambak itu sudah mulai abrasi namun tidak begitu kelihatan . Namun semakin kesini semakin kelihatan tambak yang saya beli tinggal separuh saja . Tambak yang sebelah barat sudah tak berbekas. Padahal disebelah baratnya masih ada tambak lagi “, tambah Maskur.

Ia sudah mengatasi berbagai macam cara diantarnya membuat pagar bambu . Beberapa teman petambak juga menyewa alat berat untuk membaut tanggul di pinggir pantai. Namun semua itu tidak berguna hancur di hantam oleh ganasnya ombak ketika musim hujan.

Meskipun tambaknya selalu bekurang luasnya namun urusan pajak . Maskur tetap membayar sesuai dengan kondisi dalam surat tagihan pajak . ia tidak mau kehilangan tanah tambaknya meski saat ini sudah menjadi air . Ia berharap tambak itu bisa pulih lagi menunggu keajaiban alam.

“ Ya kita pasrah saja karena alam lebih ganas sehingga tambak ini bisa berproduksi maksimal ketika musim kemarau untuk membuat garam. Selebihnya tidak produksi sama sekali, Musim hujan seperti ini biasanya untuk pelihara udang dan bandeng . Namun karena tak ada tanggul penahan ya takut kalau kebanjiran air rob “, kata Maskur menutup sua. (Pak Muin)