Jepara – Penerapan PPKM ( Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ) darurat di kabupataen Jepara dimulai pada tanggal 3 juli – 20 juli 2021 dan diperpanjang lagi sampai tanggal 26 Juli membuat warga kalangan bawah semakin sulit memenuhi kebutuhan harian. Keluhan ini disampaikan oleh beberapa pedagang malam yang mencari rejeki di malam hari.

Dengan penerapan PPKM darurat ini warga yang biasanya mendapatkan penghasilan yang lumayan di malam hari kini tak lagi dirasakan. Penutupan lapak usaha diatas jam 8 malam membuat pedagang malam kehilangan penghasilan lebih separuhnya. Kondisi ini menjadikan mereka menghentikamn usaha takut merugi terus.

Hal ini disampaikan oleh Akifin ( bukan nama sebenarnya ) warga desa di Demak yang setiap harinya berjualan warung kucingan di arena perempatan Teluk Awur. Ia merasa was was ketika berjualan Nasi kucing di tempatnya . Ia telah puluhan tahun berjualan di tempat itu dan juga sudah banyak pelanggan .

Dalam masa PPKM Darurat ini warung kucingannya tidak bis maksimal berjualan seperti waktu normal. Selain jam tutup lebih awal juga situasi jalan tidak seramai kondisi tak PPKM. Sehingga warungnya kadang buka kadang tutup tergantung filing . Buka tutup warung ia infokan lewat akun FBnya

“ Ya adanya PPKM Darurat ini penghasilan saya turun drastic berjualan dan tidak berjualan banyak tidaknya takut kena semprot petugas . Kalau terpaksa buka untungnya dikit karena aturannya tutup di jam 8 malam. Padahal jam jam itu belum begitu ramai sehingga yang beli dikit. Justru usai jam 8 malam sebenarnya dagangan mulai laku “, papar akifin.

Melihat kondisi ini  Aini Ai (45) salah satu ASN di Jepara merasa kasihan dengan pemberlakuan PPKM Darurat di Jepara . Pedagang kecil seperti penjual warung kucinganpaling terkena dampaknya mereka baru buka dan belum banyak pembeli di suruh tutup. Sehingga penghasilannyapun pasti turun banyak dibandingkan sebelum pemberlakuan PPKM Darurat.

“ Coba bayangkan mas jam jam setelah jam  malam justru pembali mulai ramai. Banyak orang keluar nyantai minum kopi jam itu justru suruh tutup usaha ya mereka jelas belum memperoleh uang. Lalu kebutuhan mereka dari mana pokoknya kasihan lah “, tambah Santoso. (Muin)

Foto dan info : Akun FB Akifin