Magelang – Stres merupakan fenomena psikologis yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan profesional seperti pendidikan. Guru yang mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB), menghadapi tantangan yang kompleks dengan siswa berkebutuhan khusus.
Psychological well-being (kesejahteraan psikologis) merupakan aspek penting karena berkaitan langsung dengan kinerja, motivasi, dan kualitas interaksi dengan siswa. Guru yang memiliki psychological well-being yang baik cenderung lebih efektif dalam menjalankan tugasnya dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif bagi siswa.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini memberikan solusi konkret dalam mengatasi masalah stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis Guru SLB melalui pelatihan Cognitive Behavioral Stress Management (CBSM).
Psychological well-being merujuk pada kondisi mental yang positif, yang mencakup kebahagiaan, kepuasan hidup, dan kemampuan untuk mengatasi tantangan.
Menurut Canha, dkk (2016) disebutkan bahwa perlunya intervensi pemberdayaan remaja penyandang disabilitas untuk mengelola kesehatan mereka dengan lebih baik dan memperhatikan kesehatan mental mereka.
Beban kerja yang berat dan kompleksitas dalam menangani siswa menjadi faktor utama penyebab stres. Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak negatif pada penyesuaian diri dan kinerja guru.
Tujuan diadakannya pelatihan ini untuk membantu guru dalam mengidentifikasi sumber stres, mengubah pola pikir negatif, dan mengembangkan strategi coping yang sehat.
Sehingga solusi dalam mengatasi permasalahan stres Guru SLB melalui pendekatan pelatihan CBSM. Diadakannya pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan psychological well-being Guru SLB di Kecamatan Magelang Utara.
Menurut Banisi (2020) dijelaskan bahwa pelatihan manajemen stres dapat meningkatkan kesehatan psikologis, efikasi diri dan kebahagiaan dalam hidup. Sejalan dengan pendapat tersebut, seperti yang dijelaskan oleh Ramezanloo, dkk (2021) bahwa pelatihan manajemen stres dapat meningkatkan kualitas hidup, kesehatan mental dan hubungan sosial.
Tim Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar (UNTIDAR) Magelang memberikan pelatihan CBSM di SLB Negeri dan SLB-C Kota Magelang. Kegiatan tersebut merupakan agenda program kemitraan masyarakat sebagai wujud Tridharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada bulan Agustus dan September tahun 2025.
Program pengabdian ini dilaksanakan melalui dua tahap, yaitu penyajian materi dan refleksi. Penyajian materi dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan brainstorming. Topik yang disampaikan meliputi pengelolaan stres, pendekatan CBSM dalam menangani stres, dan pentingnya Psychological Well-Being bagi Guru SLB. Setelah penyampaian materi, dilakukan tahap refleksi yang meliputi pengecekan ketersampaian materi dengan post test sekaligus sebagai evaluasi proses pelaksanaan, yang sebelumnya sudah diberikan lembar pretest.
Para guru yang menjadi peserta pelatihan dibekali dengan beberapa ketrampilan yang menunjang soft skill mereka dalam mengelola stres dan menyadari betapa pentingnya psychological well-being bagi Guru SLB. Materi pertama disajikan dan disampaikan oleh Ipung Hananto, M.Pd., dengan topik Manajemen Stres dengan Teknik Cognitive Behavioral Stress Management.
“Pemateri mengajak peserta untuk memahami penerapan teknik ini supaya bisa mengelola stres mereka dengan lebih baik dan efektif” ungkap Hananto. Kemudian pada sesi kedua disampaikan oleh Mohammad Ulyan, M.Pd., dengan topik Pendekatan Religius sebagai Solusi Meredakan Stres. “Stres dapat diatasi dengan cara sabar, berprasangka baik, berdoa dan berempati” jelas Ulyan.
Dan pada sesi ketiga disampaikan oleh Ni’matu Sholikhah, M.Pd., dengan topik Pentingnya Resilience Guru sebagai Bagian dari Ketahanan Nasional. “Strategi peningkatan resilience guru dapat dilakukan melalui dukungan institusional, komunitas dukungan, pengembangan diri, dan juga dari kesadaran diri” ungkap Ni’mah.
Pemberian materi dilakukan dengan menyenangkan dan di sela-sela materi terdapat ice breaking sehingga peserta dapat mengikuti materi dari awal hingga akhir secara kondusif. Harapan PKM ini Guru SLB mampu memiliki psychological well-being yang baik supaya kesehatan mental terjaga dan dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan bagi murid-murid mereka.
Dikirim oleh Tim PKM Universitas Tidar :
Ipung Hananto, M.Pd.
Mohammad Ulyan, M.Pd.
Ni’matu Sholikhah, M.Pd.
Harsi Admawati, M.Pd.
Erinda Nur Maulida
Rima Susanti
Alya Putri Ramadhani
Safira Rahma
