Jepara – Terminal Jepara dulu hingga kini tidak ada perubahan keramaia meski waktu terus bergerak. Sekilas tampak lebih sepi dari jaman dahulu. Tidak banyak kendaraan yang parkir didalam terminal. Selain itu pedagang yang berjualan hanya tinggal beberapa orang saja .
“ Yang berjualan di sini saya dan suami di sebelah sana , semua sudah tak jualan lagi sebagian ada yang sduah meninggal lainnya cari usaha lain karena terminal semakin lama semakin sepi “, kata Ibu Aminah salah satu pedagang yang masih bertahan.
Jika dihitung ia berjualan di terminal Jepara ini lebih 25 tahun. Sehingga awalnya ia harus dibantu anaknya yang masih sekolah SMP . Ketika itu situasi terminal masih ramai dan jumlah pedagang mencapai puluhan orang.
“ Nih anak saya Erna masih bantu saya sampai sekarang , meski sepi satu dua yang belanja saya tetap buka disini , Mau cari usaha lain ya sudah nggak ada kesempatan meski penghasilan seadanya ya tetap saya tekuni sampai saat ini “, tambah Ibu Aminah.
Sebelum musibah korona kondisi jualan masih cukup ramai . Namun setelah musibah korona itu datang . Semua berubah pedagang disini banyak yang meninggal . Selain itu juga jumlah penumpang dan kendaraan yang masuk juga terus berkurang.
“ Dulu ada angkudes dan angkot yang masuk terminal ini . Namun saat ini semua jurusan tidak ada yang masuk terminal karena mobil yang beroperasi juga tinggal sedikit “, kata Ibu Aminah lagi.
Satu persatu pedagang di Terminal Jepara ini menutup usahanya . Namun ia dan suaminya Suwarto tetap berjualan di dalam Terminal Jepara. Malah beberapa rombong tempat jualan temannya ia beli . Siapa tahu ada yang membeli lagi sebagai teman jua
Namun setelah korona kondisi makin lama makin sepi kondisi dalam terminal Jepara. Kalau rumahnya tidak dekat dengan terminal iapun sudah hengkang sejak dahulu. Namun karena ia tinggal di Kampung Kauman usaha ini ia tekuni hingga kini.
“ Saya buka mulai jam setengah empat pagi dan nanti tutup setelah jam sembilan. Buka kembali nanti sore sampai maghrib karena jam jam itu ada pemberangkatan bis ke surabaya”, kata Erna putri Ibu Aminah pada kabarseputarmuria Senin 6/9/2025.
Erna mengatakan ia berjualan membantu ibunya sejak kelas 2 SMP dan akhirnya tidak meneruskan sekolahnya. Ketika itu bderjualan masih ramai sehingga ketika itu ia dapat uang jajan yang lumayan dari ibunya. Sehingga memutus pendidikannya di SMP 6 Jepara.
“ Dulu lumayan ramai banyak kendaraan dan penumpang yang masuk terminal . Kini hanya pagi dan sore saja ada kendaraan dan penumpang. Kalau siang hari tak ada pergerakan kendaraan dan penumpang di Terminal ini “, tutup Erna. (Pak Muin)