Demak – Meski saat ini sudah memasuki panen raya garam di area pertambakan garam demak . namun tidak sepenuhnya petambak garam menjual hasil panennya . tetrapi mereka menjual sebagian dan memasukkannya di dalam gudang.

Hal itu dikatakan supardi petambak garam dari desa kedungkarang kecamatan Wedung kabupaten Demak . ia hanya menjual garam diawal panen saja . setelah itu garam yang dihasilkan dari hasil panen langsung dimasukkan ke dalam gudang untuk disimpan.

“ Membuat garam di tahun ini sulit karena di tengah panen garam masih ada hujan. kalau hujan lebat sebentar saja kita harus tunggu paling cepat 10 hari agar bisa panen kembali “, kata Supardi pada kabarseputarmuria Jum’at 5/9/2025

Dalam bulan Agustus setidaknya sudah dua kali terjadi hujan. Sehingga membuat petambak garam harus kerja keras menguras kembali lahan garamnya. Bagi yang sudah panen tinggal kuras saja. Namun yang belum panen harus tunggu lama lagi.

Melihat kondisi ini para petambak garam termasuk supardi tidak menjual hasil panennya seperti tahun yang lalu. Namun garam yang dijual hanya untuk kebutuhan harian saja sedangkan sisanya dimasukkan ke dalam gudang sebagai simpanan.

“ Kalau kondisi cuaca begini terus hasil garam tidak maksimal . tahun ini saya hanya baru 20 persen dari hasi tahun lalu . padahal waktu garap lahan garam sudah separuh jalan. paling banter masa garam tinggal dua bulan saja “ tambah supardi.

Padahal tahun lalu ia simpanan garam dalam gudang sekitar 100 ton . Selain itu masih ada yang dijual pada awal panen. Namun tahun kemarin harga garam tidak begitu tinggi sehingga hasil keuntungan dari produksi garam tidak begitu besar.

“ Ini lahan sewa bukan milik saya sendiri sehingga selain biaya produksi masih harus mengeluarkan biaya sewa Rp 75 juta 3 tahun. Selain itu beli geomembran untuk lahan kritalisasi . Sekarang biaya produksi garam besar “, kata Supardi lagi.

Untuk harga garam pada tahun ini fluktuasi atau  naik turun tergantung cuaca di lapangan jika  habis hujan harga terus naik signifikan , namun ketika panas agak lama harga kembali turun perlahan. Terakhir per bulan September tahun 2025 ini harga garam Demak perzak 50 kg berkisar Rp 50 ribu – 60 ribu. (Pak Muin)