Jepara – Tukang Ukir salah satu profesi warga Jepara yang kini semakin lama semakin berkurang. Hal itu dikarenakan penghasilan tukang ukir saat  ini tidak menjamin bisa mencukupi . Selain sepi orderan juga  saat ini upahnya rendah,  karena pekerjaannya mudah.

“ Sekarang yang dikerjakan untuk kebutuhan local saja . Sehingga bentuk ukirannya tidak terlalu rumit sehingga upahnya juga murah. Seperti ini yang agak sulit seperti ini perbiji dihargai Rp 20 ribu . Padahal membuat begini sehari paling dapat 3 biji “, kata Mbah Asrori tukang ukir warga desa Bulak Baru kecamatan Kedung pada kabarseputarmuria Rabu 3/9/2025

Mbah Asrori menceritakan ia bergelut sebagai tukang ukir sejak kecil. Ia belajar dari tetangga kanan kiri. Habis sekolah ia dolan ke tempat orang yang bekerja sebagai tukang ukir. Lama lama iapun senang dengan pekerjaan ukir . Meskipun saat ini upah tukang ukir tak seberapa namun masih dijalani dengan sabar.

“ Ya gimana aka da pekerjaan lain usia sudah lebih 60 Tahun. Ya tetap jalani pekerjaan kita ambil orderan dari ngabul. Ini ukiran untuk mempercantik kaki kursi. Kalau ini untuk buffet lis dan juga pintunya “, tambah Mbah Asrori.

Ia taj melirik pekerjaan lain selain usia yang sudah senja . Pekerjaan sebagai tukang ukir ini bisa dikerjakan di rumah . Selain itu tanpa ada target dari si pemberi order. Meskipun upah atau bayaran baru diterima setelah pekerjaan baru selesai semunya.

Ia mengaku memulai kegiatan mengukir oderan kayu ini habis sholat subuh. Ia tempatkan meja khusus beserta peralatannya di teras rumahnya. Jika merasa lelah iapun istirahat sejenak untuk istirahat. Ketika lelah hilang iapun kembali bekerja dengan alat ukir berjumlah lebih dari 10.

“ Nanti setelah petang menjelang maghrib alat dan  barang barang kami beresi . Selanjutnya istirahat dan esoknya lagi kita lanjutkan. Jadi bekerja sebagai tukang ukir ini untuk menyambung hidup saja . Sehingga sekarang jarang anak muda yang belajar ukir karena upahnya sedikit “ ,kata Mbah Asrori lagi.

Namun demikian ia masih punya harapan seni ukir di keluarganya tidak punah karena ia masih punya anak perempuan yang bisa mengukir karena belajar darinya. Selain itu istri tercintanya juga mempunyai profesi yang sama . Saat ini masih mengerjakan orderan ukiran kayu meski tak seramai dulu . ( Pak Muin )