Demak – Nama aslinya Zaenal Arifin tapi teman temanya sering menyebutnya sang Fajar sesuai dengan akun FBnya . Ia dulu pernah bekerja sebagai sopir , namun saat ini ia enjoy mremo mainan di setiap keramaian. Dimanapun ada  keramaian ia bawa gerobag dan berjualan di sana.

Ketika mremo di keramaian mulai dari karnaval , pengajian , sedekah bumi sampai wong nduwe gawe. Ia tidak sendirin namun banyak sesama UMKM yang membersamainya. Sehingga khusus orang mremo mempunyai grup khusus terkait aneka penjual di setiap keramaian.

“ Kalau dihitung ya ada lima tahunan berjualan seperti ini . Pernah jadi sopir tapi malah sering sakit coba akhirnya memutuskan  ikut jualan mainan keliling . Ya awalnya belajar dengan teman teman lama lama ya kerasan dan enjoy sampai sekarang “, kata Sang Fajar pada kabarseputarmuria Rabu 27/8/2025.

Setelah lama berjualan keliling dari satu tempat ke tempat lain . Ia sudah meraskan nyaman berjualan keliling . Meski kadang kepanasan dan kehujanan, namun hal itu tak dihiraukan .Apalagi jika dagangannya laris dan banyak pembeli. Kadang ia tak bisa tidur dengan nyenyak karena harus kulakan.

“ Alhamdulillah malam ini cuaca bagus meski sempat mendung tebal . Mendung hilang pengunjung kembali mengalir dan dagangan banyak dibeli pembeli. Jadinya nanti tidur sebentar saja karena pagi harus kulakan karena barang banyak yang habis “, kata Fajar.

Jualan keliling menurut Fajar banyak suka daripada dukanya. Dukanya yang pasti ya ketika dagangan digelar hujan lebat jadi harus kukut cari tempat berteduh. Tentunya ya tak dapat uang kehilangan bensin. Namun ditutup banyak sukanya ya terus berjalan hingga kini dan belum berniat Ganti profesi.

“ Kalau keuntungan ya tak sama disetiap barang yang dijual juga situasi dan kondisi juga mempengaruhi. Kalau kondisi sepi untung dikit dikasih malah kadang tak dapat untung yang penting kembali modal. Kalau dirata rata ya 20 persen ada “, tambah sang Fajar.

Mremo di ajang Sedekah Bumi dan HUT RI ke 80 desa Kedungmutih ia banyak bersyukur. Dari pagi hingga malam ia bisa laku penjualan hingga Rp 1,5 juta . Jadi kalau dihitung untungnya ya Rp 300 ribu dapat . Namun kalau dirata rata ya Rp 150 ribu persekali jualan dapat “, kata Sang Fajar menutup sua. (Pak Muin)