Demak – Area tambak garam di desa Babalan Rabu ( 6/8/2025) pagi hingga malam yang biasanya sepi menjadi hingar binger. Pada hari itu Mercusuar Film Indonesia menggelar shoting film “Juminten Edan”,. Film yang dibintangi artisDimas Aditya, ,Meisya Amira ,Anne J Cotto dan Deden Bagaskara mengambil latar belakang petani garam. Ratusan warga desa Babalan dan sekitar mengikuti adegan peradegan dalam cerita ilm tersebut.
Shoting dipusatkan di GGN ( Gudang Garam Nasional ) desa Babalan yang dilokasinya di tengah tengah area tambak garam. Selain menjadi tempat shoting lokasi ini dijadikan tempat untuk istirahat crew . Selain itu juga tempat parkir puluhan kendaran yang mengangkut peralatan shoting dan juga pemain.
Kepala Desa Babalan Noor Akfas pada kabarseputarmuria mengatakan , awal mula dari ditunjukknya desa Babalan sebagai lokasi Shoting film Juminten Edan itu karena ceritanya tentang seputar keidupan petambak garam. Sedangkan semua potensi di Babalan mendukung semunya.
“ Ya karena film layar lebar itu memang mengangkat kehidupan buruh petambak garam yang penuh intrik dalam kehidupan. Digambarkan buruh tambak itu berhasil menyekolahkan anaknya anaknya dan meningkat kehidupannya. Desa Babalan potensinya ada semua atau mendukung “, kata Noor Akfas Rabu 6/7/2025
Desa Babalan menurut Noor Akfas menrupakan desa penghasil garam di Demak . Hal itu ditunjukkan dengan adanya Gapura masuk desa yang bertuliskan desa penghasil garam. Selain itu ada GGN ( Gudang Garam Nasional) yang letaknya ada di tengah area pertambakan garam. Sehingga bagus untuk pengambilan gambar film yang berlatar belakang kehidupan buruh tambak garam.
“ Shoting mulai pagi hingga malam dan menjadi tontonan atau hiburan warga desa kami yang belum pernah ada shoting film di desa Babalan. Semoga ke depannya potensi garam desa Babalan terangkat lewat film layar lebar yang shoting di desa Babalan “, tambah Noor Akfas yang melihat dari dekat Susana pengambilan gambar,
Noor Akfas menambahkan , dengan terangkatnya kisah kehidupan pekerja garam dari kalangan marginal disabilitas yang berhasil bisa memberi motivasi semangat warga desa Babalan . Utamnya dari kalangan bawah bisa meningkatkan ekonomi dan juga pendidikan anaknya anaknya lebih baik.
“ Dengan adanya shoting film yang mengangkat kehidupan seputar usaha tambak garam ini tidak hanya desa Babalan yang terangkat namun desa desa lain yang juga penghasil garam . Seperti desa Kedungmutih,Kedungkarang, Tedunan , Kendalasem, Berahan Wetan , Mutih Kulon dan Mutih Wetan “, kata Noor Akfas .
Dengan adanya shoting film tersebut pemerintah desa Babalan mengucapkan terima kasih dengan harapan desa Babalan lebih maju lagi terutama hasil garam dan juga hasil perikanan seperti udang dan ikan yang lain. Selain itu ekonomi petambak garam juga meningkat sehingga bisa membiayai putra putrinya meraih pendidikan setingginya tingginya. Sehingga ke depan generasi muda Babalan lebih meningkat SDMnya. ( Pak Muin )