Jepara – Salah satu Masjid bersejarah di Jepara adalah Masjid An-Nur desa Sendang kecamatan Kalinyamatan Jepara. Demi mempertahankan kekunoan itulah warga kembali membangun ulang masjid ini lebih megah dan indah. Namun tidak menghilangkan unsur kekunoan sebagai saksi bisu sejarah penyebaran agama Islam.
Masjid itu kini lebih luas dan mempunyai halaman di depan masjid yang berfungsi sebagai tempat parkir. Selain itu nuansa lama atau kuno pagar bata merah dan gapura disebelah kanan dan kiri. Selain itu juga ada tempat wudu dari genthong tanah liat dari gentong tanah liat lazim disebut padasan.
Di sebelah Selatan Masjid kini dibangun menara setinggi 27 meter berbahan baku resin. Menara ini menjadi symbol baru masjid An-Nur Sendang . Diharapkan dengan adanya menara ini menambah keindahan dan keanggunan masjid. Selayaknya masjid masjid di tempat lain.
Nur hadi Pengurus Masjid An-Nur Sendang pada kabarseputarmuria mengatakan, Masjid Sendang kali pertama di pugar tahun 1984 . Selanjutnya pada tahun 2020 ada revitalisasi besar besaran hingga berakhir pada tahun 2025 ini.
Tujuan dari revitalisasi adalah mengembalikan kembali kondisi masjid seperti dulu dengan nuansa kekunoannya. Dengan harapan selain sebagai tempat beribadah atau sholat masjid ini juga sebagai obyek wisata religi di Jepara.
“ Selama lima tahun kita bangun semuanya mulai dari bangunan utama hingga bangunan pendukung lain seperti , toilet , halaman , tempat parkir dan juga Menara yang megah “, papar Nur Hadi.
Biaya yang di keluarkan untuk merevitalisasi selama 5 tahun itu yang awalnya hanya 8 M saat ini sudah menelan biaya hingga 14 M. Dana sebanyak itu yang terbesar adalah dari donasi ata swadaya masyarakat. Bantuan dari instansi pemerintah memang ada namun jumlahnya tidak banyak.
“ Alhamdulillah mulai awal membangun dana dari warga masyarakat terus mengalir sehingga pembangunan terus berjalan. Untuk arsitektur bangunan masjid tenaganya dari warga Sendang sendiri “, tambah Nur hadi
Ke depannya Nur Hadi berharap Masjid An-Nur yang bersejarah ini bisa menyatu dengan makam di belakangnya yang juga merupakan makam kuno . Yaitu makamnya para Bupati Jepara era jaman dahulu yang dikenal dengan makam Citrosoman.
“ Sehingga setelah masjid ini jadi nanti rencana ada pembangunan belik bersejarah yang diharapkan menambah kekhasan Masjid ini . Dulu memang ada satu belik atau kolam yang ada pohon gayamnya cukup besar di sekitar masjid ini “, kata Nur Hadi lagi.
Bupati Jepara Witiarso Utomo berharap , Masjid An-Nur Sendang ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah kepada Allah, tetapi juga harus mampu menjadi pusat kemakmuran yang mendukung kesejahteraan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, saat meresmikan Masjid Jami An-Nur yang berlokasi di Desa Sendang, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, pada Minggu (27/4/2025) sore.
“Masjid Jami An-Nur Sendang ini bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga merupakan situs peninggalan sejarah yang penting bagi Kabupaten Jepara. Sehingga masjid ini menjadi saksi bisu perjalanan keagamaan dan budaya masyarakat Jepara,” ujar Bupati Jepara saat memberikan sambutan.
Proses pembangunan masjid tersebut yang telah berjalan kurang lebih 5 tahun, dengan total dana yang terserap lebih dari 13 miliar rupiah. Mas Wiwit sangat mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong sehingga masjid yang berdampingan dengan kompleks Makam Citrosoma I sampai VII tampak berdiri sangat megah. ( Pak Muin )⁰