Demak – Pengurus RT dan RW serta sejumlah tokoh Dusun Morosari Desa Bedono geram atas ucapan Robby Sumarna Humas CRBC Wika PP melalui pemberitaan di media online beberapa hari lalu yang menyebut penghambat pelaksanaan proyek tol selama ini adanya ulah beberapa oknum warga Morosari Bedono Sayung.

Sudarman Ketua RW 05 Dusun Morosari Desa Bedono membantah dengan tegas adanya dugaan pungli seperti kabar yang diberitakan dimedia online itu, dimana dalam berita tersebut  Roby Sumarna menyampaikan salah satu yang menghambat pelaksanaan proyek tol ini adalah adanya Pungli yang dilakukan diduga oknum warga di wilayah yang dia pimpin.

“Atas pemberitaan yang dikatakan Robby Sumarna, saya nyatakan tidak ada warga yang melakukan pungli” ungkapnya  Sabtu 31/5/2025

Kalau memang itu bisa dipetanggungjawabkan, Darman meminta  Robby untuk datang kelokasi secara langsung dan membuktikan tuduhannya kalau di wilayah Morosari Bedono Sayung ada pungli.

“Dengan dia menyampaikan seperti itu seolah olah dia itu berarti menuduh secara tidak langsung bahwa warga kami atas nama Akamsi (Anak Kampung sini) melakukan Pungli sebesar 8.000,- sampai dengan 24.000,- jelas itu fitnah” katanya

Pihaknya juga menanyakan dasar yang disudutkan oleh Humas CRBC Wika,PPtersebut tentang darimana warga dituduh seperti itu.  “ayo segera buktikan, jangan asal tuduh pak Robby”. Imbuhnya.

Sudarman juga memprotes keras, pihak Robby Sumarna yang kapasitasnya sebagai Humas CRBC Wika PP, kalau memang dia digaji dan dibayar sebagai Humas, dan melakukan Tupoksinya sebagai humas bekerja dengan baik seharusnya tidak pantas menyatakan secara sepihak dan menyayangkan sebagai SDM Humas itu berkata baik berimbang dan sebagai penjembatan aspirasi masyarakat sekitar bukan menyulut emosi warga .

“ Kalau memang Robby Sumarna sebagai Humas , ya turun ke  wilayah , pasti kenal dengan kami dan pasti sering komunikasi atau bersosialisasi dengan kami, minimal ketika ada puluhan komplainan masalah pembangunan tol ini dari warga masyarakat selalu direspons dengan baik, faktanya kenal dengan dia atau ketemu dengan dia pun tidak juga pernah, eh ini muncul muncul di media menuduh kalau warga kami melakukan Pungli tanpa dasar, bagi kamu itu sangat menyakitkan” tandasnya

Darman juga menyayangkan statement dari Robby Sumarna , menurutnya salah satu penghambat proyek tol bukan Pungli,  namun penghambat proyek ini adalah jalan menuju akses proyek tol yang memang sudah rusak parah dan butuh segera diperbaiki.

“ Jalanan rusak  ditambah kalau siang atau sore disepanjang jalan yang dilalui armada pengangkut material kena air rob, jadi para sopir akan jalan pelan pelan, diperparah lagi sering juga mobil angkutan material yang putar balik tidak jelas dengan muatan barang masih penuh” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan H. Suharno Ketua Pembangunan maqom atau TPA RW 05, Dusun Morosari Tonosari Desa Bedono , pihaknya menyebut adanya hanyal infaq untuk pembangunan maqom/TPA  yang ada diwilayah RW 05 Dusun Morosari Tonosari Desa Bedono Sayung Demak

“Penarikan dari warga kepada Sopir itu diperuntukan pembangunan maqom/TPA Wilayah RW 5 Dusun Morosari Tonosari Desa Bedono bukan dikantongi Pribadi atau Oknum” tuturnya.

Itupun, masih Suharno, bahwa penarikan infaq juga berdasarkan rapat pengurus RT, Pengurus RW dan pengurus maqom/TPA juga dihadiri beberapa perwakilan supliyer atas sepemahaman bersama bahwa  penarikan infaq itu dikhususkan untuk truck truck skala besar saja yang nilainya Rp. 10.000,- kalau  untuk truck kecil atau dam biasa tidak dikenakan. Masih Suharno bahwa tentang  bukti penarikan itu  resmi. kalaupun tidak dikasih nota oleh bagian penarikan,  sopir bisa menolak untuk dimintai penarikan.

“Jika adanya pungli saya tidak sepakat, bisa dicek di lapangan, hasil penarikan diperuntukan buat pembangunan area pemakaman” Imbuhnya

 

 

Team Advokasi warga siapkan Langkah Hukum

 

Ditempat terpisah  Ketua Badan Permusyawaratan Desa (Desa) Desa Bedono Muham Faiz, S.H.,M.H mengungkapkan,   pihaknya melihat akses yang dilalui proses pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak salah satunya di Desa Bedono cukup memperihatinkan. Mulai aspek K3 nya belum maksimal pelaksanaannya, harmonisasi pihak subcon baik Direksinya, SDM nya dibawah kurang ramah lingkungan, sehingga menimbulkan kendala kendala sektoral yang akhirnya warga disalahkan.

Disinggung soal pernyataan Robbi Sumarna di media online, pihaknya menyayangkan betul yang menyudutkan warganya salah satu bagian dari Kendala Pembangunan Proyek Tol Semarang – Demak

“Kami Badan Permusyawaratan Desa Bedono secara tupoksi sebagai Penyambung Aspirasi Masyarakat mengaku Prihatin dan Menyayangkan sikap Robby Sumarna Humas CRBC Wika PP itu, Tolong bersikap baik jangan sakiti hari Warga” Ungkapnya.

Faiz yang juga Managing Law Office Muham Faiz & Partner juga meminta kepada pihak CRBC atau Pihak Kementerian PUPR Republik Indonesia bidang Pembangunan Jalan  Tol Semarang – Demak  atau pihak terkait untuk segera mengevaluasi atas apa yang dituduhkan oleh  Robby Sumarna Humas CRBC Wika PP secara tidak langsung menyakiti hati Warga dengan menuduh warga Morosari Bedono, telah melakukan pungli.

“ Kami mohon kepada Pihak CRBC atau Pihak Kementerian PUPR RI atau Pihak terkait untuk segera mengambil langkah atau mengevaluasi total mulai Direksi maupun SDM yang mengerjakan Proyek di Wilayah Desa Bedono tersebut dan Kami Mendesak Robby Sumarna untuk segera meminta maaf secara terbuka melalui siaran Pers baik melalui Cetak maupun elektronik secara nasional” Imbuhnya

Jika hal itu tidak dilakukan oleh Pihak Robby,  selaku Ketua BPD Desa Bedono akan membentuk dan meminta team Advokasi Hukum untuk melindungi warga Dusun Morosari Desa Bedono  guna menyiapkan Langkah hukum apa saja yang akan dilakukan untuk menuntut Robby karena atas statemennya itu jelas merugikan nama baik Dusun Morosari  dan Desa Bedono yang sudah dikenal sebagai sebutan desa wisata Religi dimana  ada tokoh Syeich Mudzakir yang terkenal makam tengah laut.

Sumber Info : Siaran Pers Warga Bedono Sayung )